Forgot Password Register

Ditanya Soal Siapa Setan yang Membisiki, Ini Jawaban Ratna Sarumpaet

Ditanya Soal Siapa Setan yang Membisiki, Ini Jawaban Ratna Sarumpaet Sidang Ratna Sarumpaet (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Terdakwa Ratna Sarumpaet menyebut kebohongannya terkait penganiayaan merupakan perbuatan setan. Pernyataan itu ia sampaikan saat menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum Daroe Tri Sadono dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019). 

Awalnya Daroe menanyakan setan yang disebut Ratna dalam konferensi pers pengakuan kebohongannya pada 3 Oktober 2018 lalu. 

"Yang saudara maksud setan siapa?" tanya jaksa. 

"Tidak ada. Itu hanya dalam pikiran saya," jawab Ratna. 

Baca juga: Ratna Sarumpaet Mengaku Malu Jika Ketahuan Operasi Plastik, Kenapa?

"Setan yang saudara sebutkan saat konferensi pers, apakah merujuk pada identitas seseorang?" tanya jaksa lagi.

"Tidak," katanya. 

Ratna kemudian mengklaim dirinya tidak pernah berbohong. Sehingga kebohongannya soal penganiayaan tersebut merupakan perbuatan setan yang dibisikkan kepadanya.

"Untuk orang seperti saya yang tidak pernah bohong, itu pasti perbuatan setan. Menurut saya," ucap Ratna. 

Sebelumnya, Ratna melakukan konferensi pers di kediamannya pada Oktober tahun lalu. Ia mengaku telah berbohong terkait kabar penganiayaan dirinya. Bahkan kebohongan itu sampai juga ke Capres Prabowo Subianto hingga Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat dirinya bertemu tokoh-tokoh tersebut di Bogor. 

"Di lapangan Polo sebenarnya saya merasa ini salah. Waktu saya berpisah dengan Prabowo dan Amien Rais, saya tahu ini salah, tapi saya enggak mencegat mereka. Itu yang terjadi. Jadi tidak ada penganiayaan itu. Hanya cerita khayal entah setan diberikan mana yang diberikan ke saya dan berkembang seperti itu," kata Ratna dalam konferensi persnya. 

Baca juga: Ternyata kepada Orang Inilah Ratna Sarumpaet Pertama Kali Berbohong

Ratna didakwa karena menyebarkan informasi bohong dengan mengaku dianiaya oleh sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat pada Selasa, 21 September 2018. Namun, polisi menemukan pada tanggal itu, Ratna sedang dirawat usai operasi plastik di Jakarta.

Ratna didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More