Pantau Flash
DPD RI Sebut Pilkada Bisa Kembali Dipilih oleh DPRD
127.462 Hektar Lahan di Kalimantan Hangus Terbakar Akibat Karhutla
BPJT Akan Pasang Alat Pengukur Berat Angkutan Barang di 8 Ruas Jalan Tol
Pertamina Terus Genjot Produksi Panas Bumi 1.877 MW
BNN: 90 Persen Kejahatan Jalanan Dilakukan Para Pengguna Narkoba

Inggris Resmi Ekstradisi Pendiri WikiLeaks Julian Assange ke AS

Inggris Resmi Ekstradisi Pendiri WikiLeaks Julian Assange ke AS Julian Assange. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid telah menandatangani perintah ekstradisi untuk mengirim Julian Assange ke Amerika Serikat, Kamis (13/6/2019).

Melansir ABC News, Departemen Kehakiman AS pekan ini secara resmi meminta Inggris mengekstradisi Assange untuk menghadapi dakwaan bahwa ia telah berkonspirasi untuk meretas komputer pemerintah dan melanggar hukum spionase.

Javid mengatakan kepada BBC bahwa keputusan akhir tentang ekstradisi Assange ini akan diserahkan ke pengadilan.

"Ada permintaan ekstradisi dari AS sebelum kasusnya digelar di pengadilan besok, tapi kemarin saya telah menandatangani perintah ekstradisi, mengesahkannya, dan itu akan dilakukan di depan pengadilan besok," katanya.

Baca juga: Kenapa Julian Assange Takut Diekstradisi ke Amerika Serikat?

"Keputusan ekstradisi sepenuhnya ada di pihak pengadilan tetapi ada bagian yang sangat penting untuk Menteri Dalam Negeri dan saya ingin melihat keadilan dilakukan setiap saat," tambahnya.

"Kami punya permintaan ekstradisi yang sah jadi saya sudah menandatanganinya, tetapi keputusan akhir sekarang ada di pengadilan," kata Javid.

Pengacara Assange Jennifer Robinson mengatakan kepada ABC bahwa penandatanganan perintah ekstradisi adalah bagian normal dari proses dan tantangan ekstradisi itu sekarang baru dimulai.

Assange dicari di AS dan Swedia


Pendukung Assange berunjuk rasa didepan gedung pengadilan saat berlangsung persidangan ekstradisinya bulan lalu. (Foto: ABC News/Lincoln Rothall)

Julian Assange, yang saat ini menjalani hukuman penjara 50 minggu karena melewati batas jaminan, akan menghadapi pengadilan di London pada hari Jumat, 14 Juni 2019, untuk sidang ekstradisi.

Skenario yang telah diperingatkan akan dihadapi Assange selama bertahun-tahun akhirnya akan terjadi. Amerika Serikat menuduhnya berkomplot untuk melakukan peretasan komputer, yang terancam dijatuhi hukuman maksimum lima tahun penjara.

Penasihat pemerintah AS Ben Brandon sebelumnya mengatakan kepada Pengadilan Magistrasi Westminster bahwa kasus yang menjerat Assange melibatkan salah satu kompromi terbesar dari informasi rahasia dalam sejarah. Itu termasuk ratusan ribu laporan kegiatan yang berkaitan dengan perang Afghanistan dan Irak dan 250.000 pesan kabel diplomatik AS.

Baca juga: Pendiri WikiLeaks Julian Assange Dijatuhi Tuduhan Tindak Mata-mata

Dia dituduh berkonspirasi dengan mantan analis intelijen Angkatan Darat AS Chelsea Manning untuk memecahkan kata sandi untuk bisa mendapatkan akses ke informasi, yang kemudian diunggahnya di WikiLeaks.

Swedia juga telah membuka kembali penyelidikannya sendiri ke dalam dugaan pemerkosaan pada 2010 yang dibuat terhadap pendiri WikiLeaks.

Awal bulan ini, Pengadilan Distrik Uppsala menolak permintaan dari jaksa penuntut untuk menahannya secara in absentia. Namun, putusan itu tidak berarti penyelidikan pemerkosaan awal harus ditinggalkan, hanya saja Assange tidak akan diekstradisi ke Swedia untuk saat ini.

Assange ditangkap oleh polisi Inggris dan dibawa dari kedutaan Ekuador setelah tuan rumahnya di Amerika Selatan tiba-tiba mencabut suaka yang telah diberikan kepadanya selama tujuh tahun pada bulan April.

Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: