Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Ini Alasan PBSI Pilih Rionny Mainaky Jadi Pelatih Tunggal Putri

Ini Alasan PBSI Pilih Rionny Mainaky Jadi Pelatih Tunggal Putri Susy Susanti. (Foto: Pantau.com/Reza Saputra)

Pantau.com - Rionny Frederik Lambertus Mainaky secara resmi diumumkan sebagai pelatih utama tunggal putri nasional Indonesia di pelatnas Cipayung, Jumat 15 Maret 2019 oleh PBSI. Sebelumnya, ada 10 nama yang masuk dalam bursa pemilihan, baik yang dipilih oleh PBSI maupun mengajukan diri secara langsung.

Namun, Pelatnas PBSI akhirnya memilih Rionny Mainaky untuk melatih tunggal putri Indonesia yang memang sampai saat ini, sektor tunggal putri hanya dilatih oleh Minarti Timur. Rionny pun langsung ditetapkan sebagai pelatih utama setelah menyelesaikan kontraknya di Jepang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, mengatakanbanyak yang mengajukan diri, namun dari beberapa nama belum ada yang pas dengan harapan PBSI. Hal itu juga tidak lepas dari sektor tunggal putri yang dinilai kurang selama ini, apalagi setelah masanya hingga detik ini belum menemukan regenerasi yang bisa diandalkan sehingga pencarian pelatih dinilai gampang-gampang susah.

"Banyak hal. Yang kami mau ternyata belum pas. Ada juga yang mengajukan diri, tetapi belum pas juga sama kami. Yang mengajukan diri sih ada banyak, lebih dari sepuluh. Memang mencarinya gampang-gampang susah," ujar Susy seperti yang dikutip dari Badmintonindonesia, Jumat 15 Maret 2019.

"Kalau melatih kan bukan cuma chemistry, tetapi juga kami melihat program, kebutuhan, pastinya pengalaman dan mencetak prestasi. Dari semua penilaian itu, disaring, didiskusikan, ada kesepakatan, kecocokan dan visi misi, akhirnya kami putuskan, sepertinya yang paling cocok adalah Rionny,” tambahnya.

Baca Juga: Rionny Mainaky Resmi Latih Gregoria cs di Pelatnas

Sekadar informasi, sebelum resmi diumumkan sebagai pelatih nasional tunggal putri Indonesia, Rionny sudah mengundurkan diri dari timnas Jepang. Rionny Mainaky sudah melatih sektor ganda putra Jepang sejak 2010, dirinya sudah berbicara kepada Asosiasi Bulu Tangkis Jepang (NBA) mengenai keputusannya pulang ke Indonesia pada Februari.

Sehingga Rionny yang memiliki pengalaman menjadi pelatih di klub dan tim nasional Jepang itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas tunggal putri Indonesia. Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 juga berharap Rionny bersama pelatih tunggal putri lainnya bisa saling bersinergi.

"Background Rionny yang lama di Jepang sudah paham mengenai karakter dan kebiasaan atlet sana. Untuk penanganan dia juga untuk semua lini. Sebelumnya di klub Jepang sudah memegang ganda campuran, tunggal putri, dan tunggal putra,"  ungkapnya.

Susy menjelaskan bahwa sosok Rionny sesuai dengan kebutuhan PBSI dan Rionny juga bersedia pulang ke Tanah Air yang bertepatan dengan berakhirnya kontrak dia dengan timnas bulu tangkis Jepang. "Jadi, ini bukan suatu kebetulan, tetapi saya pikir memang jodohnya. Di sisi lain, visi misi Rionny dengan para pelatih tunggal putri Indonesia saat ini cocok. Sekarang kan tunggal putri juga menunjukkan ada kemajuan. Jadi, saya mau Rionny dan Minarti menjadi satu tim yang solid," tegas Susy.

Jasa Rionny terhadap bulutangkis ganda putra Jepang memang tak bisa dipandang sebelah mata. Berkat tangan dinginnya, tiga pasangan Negeri Matahari Terbit kini mampu menempati peringkat 10 besar dunia.

Ketiga pasangan ganda putra yang dimaksud adalah Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Ketiganya tentu diproyeksikan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Bagi pemain Jepang, salah satunya Yuta Watanabe, Rionny Mainaky dinilai sebagai pelatih yang tegas dan disiplin. Selain itu, Rionny juga disebut telah memberikan banyak pelajaran baru terkait teknik kepada para pebulu tangkis Jepang.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Willa Wildayanti
Category
Olahraga