Forgot Password Register

Ini Fakta Soal 'Kincir Raksasa' Pembangkit Listrik Pertama Milik Indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan (Foto:Istimewa) Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan (Foto:Istimewa)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan meresmikan dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan, pada Senin (2/7/2018).

Jika kita melihat latar belakang proyek ini, rupanya kincir angin raksasa ini menjadi pembangkit listrik pertama yang ada di Indonesia. Perlu diketahui, proyek PLTB Sidrap dikerjakan oleh UPC Sidrap Bayu Energi, nilai investasi mencapai US$150 juta (Rp 2,1 triliun).

Baca juga: Pilkada Serentak Diprediksi Sumbang 0,05 Persen Terhadap PDB

Berkapasitas 75 MW, kontrak jual beli listrik pembangkit bayu ini diteken antara UPC Sidrap dan PLN pada 19 Agustus 2015. Secara operasional, setrum dari PLTB ini sebenarnya sudah resmi masuk kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan sejak April kemarin. Akan tetapi baru diresmikan bersamaan dengan beberapa proyek pembangkit 35.000 MW lainnya.

Kata Sidrap sendiri merupakan kependekan dari lokasi berdirinya pembangkit ini yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Untuk menyalakan listriknya, diperlukan sebanyak 30 turbin di lahan 100 hektar.

Sementara untuk PLTB Tolo Jeneponto I yang dibangun di Kabupaten Jeneponto ini merupakan pembangkit angin kedua yang ada di Indonesia.

Baca juga: Studi: Orang Kaya Cenderung Pelit Menyumbang Dibanding Orang Miskin

Proyek ini memang baru dialakukan ground breaking atau pemancangan tiang. Ditargetkan proyek ini selesai pada kuartal ketiga tahun ini.

Pembangkit setrum bersumber angin ini memiliki kapasitas 72 MW yang dihasilkan dari 20 turbin, dengan kapasitas masing masing 3,6 MW. Berdasar pantauan CNBC Indonesia, turbin-turbin mulai berdatangan dan beberapa sudah terpasang, tepatnya tiga unit turbin.

Kontrak jual beli PLTB Jeneponto diteken antara Vena Energy dan PT PLN (Persero) sejak Agustus 2016. Nilai investasi pembangkit ini disebut mencapai US$160 juta.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More