Forgot Password Register

Ini Lho Bahaya Kekurangan Hormon Testoteron pada Pria

Ilustrasi (Foto: Pixabay) Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Hormon testosteron memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan pria. Kekurangan produksi hormon testoteron berisiko mudah terkena penyakit kronis, seperti halnya diabetes.

Menurut penelitian, pria yang kekurangan kadar testoteron dapat dikaitkan dengan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Secara umum rendahnya kadar testosteron mempengaruhi kehidupan seks pria. Di samping itu, hormon ini juga mempengaruhi kadar kekuatan otot.

Penulis Studi Mark Peterson yang juga menjadi Asisten Profesor di Universitas Michigan di Amerika Serikat menggunakan data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Amerika Serikat. Tim peneliti memeriksa sejauh mana pria dengan hormon testosteron rendah dikaitan dengan risiko hipogonadisme dan beberapa penyakit kronis lainnya.

Baca juga: Wow! Soda Kue Bisa Dikonsumsi Sebagai Suplemen

Hipogonadisme ialah penyakit yang terjadi ketika kelenjar kelamin tubuh memproduksi sedikit hormon. Penyakit ini lazim dialami oleh pria dari segala usia.

Tim memeriksa prevalensi 9 kondisi kronis, termasuk diabetes tipe 2, arthritis, penyakit kardiovaskular, stroke, penyakit paru, trigliserida tinggi, hiperkolesterolemia, hipertensi dan depresi. Uji klinis dilakukan kepada lebih dari 2.000 pria dalam survei yang berusia sekira 20 tahun.

Para peneliti mempelajari prevalensi kondisi dua risiko penyakit kronis atau lebih. Ada tiga kelompok usia dengan kategori pria muda, setengah baya dan lebih tua yang mengalami kekurangan testosteron dan kondisi hormon di antara responden juga ada yang normal.

Dalam studi ini ditemukan bahwa pria dengan kadar testosteron total yang rendah dikaitkan dengan banyak risiko penyakit pada semua kelompok usia. Tetapi lebih umumnya di kalangan pria muda dan tua dengan defisiensi testosteron.

"Pria harus peduli dengan terjadinya penurunan total testosteron. Bahkan, jika belum mencapai tingkat untuk menjamin diagnosis klinis, yaitu kurang dari 300 nanogram per desiliter," kata Peterson, seperti dilansir Zeenews.

Baca juga: Begini Cara Mengobati Bengkak Persendian dengan Memanfaatkan Kubis

Cara untuk mencegah terjadi penurunan testosteron sangatlah mudah. Mulailah dari menjaga pola makan setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung gizi seperti kacang-kacangan, biji-bijian, ikan yang penuh kandungan omega 3 lemak, makanan sumber protein seperti daging, telur, ikan air tawar, tempe dan tahu.

Di samping makanan, Anda juga harus bisa menjaga aktivitas fisik dan olahraga. Minimal sempatkan waktu 30 menit untuk bergerak. Hal ini sangat penting dilakukan dan tak boleh dilewatkan. Adapun olahraga yang paling disarankan yakni bersepeda, berenang, olahraga kardio, jalan kaki, lari pagi, dan sebagainya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More