Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Baznas dan Kemendukbangga Ajak Masyarakat Bersedekah untuk Bebaskan Anak dari Stunting

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Baznas dan Kemendukbangga Ajak Masyarakat Bersedekah untuk Bebaskan Anak dari Stunting
Foto: (Sumber: Deputi I Baznas RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta (kiri) bersama Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastutiningsih (tengah) dalam talkshow bertajuk “Baznas dan Kemendukbangga/BKKBN: Jaga Tunas Bangsa - Sedekah untuk Generasi Bebas Stunting” di Jakarta, Jumat (27/2/2026). ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN kembali menghadirkan layanan Sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting guna mendorong partisipasi masyarakat dalam mengatasi stunting di Indonesia.

Program ini diluncurkan sebagai bentuk sinergi antara pengelolaan dana sosial keagamaan dan lembaga yang memiliki kompetensi teknis di bidang kesehatan keluarga serta kependudukan.

Deputi I Baznas RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta menyatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis agar penanganan stunting berjalan komprehensif dan tepat sasaran.

"Baznas memiliki banyak bidang program, tetapi fokus utamanya adalah mustahik fakir miskin yang dimensinya sangat luas, termasuk kesehatan keluarga. Kemiskinan dapat berdampak pada kondisi stunting, sehingga zakat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut," ungkapnya.

Baznas berperan sebagai jembatan antara muzaki atau masyarakat mampu dengan keluarga kurang mampu yang rentan stunting melalui penyediaan dompet donasi khusus Sedekah Genting.

Penentuan penerima manfaat dilakukan melalui proses verifikasi menggunakan data terpadu dari Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial agar bantuan tepat sasaran dan berdampak jangka panjang.

Kolaborasi Cegah Stunting Secara Komprehensif

Dalam isu stunting, Kemendukbangga/BKKBN menjadi mitra strategis agar bantuan yang diberikan tidak sekadar bersifat karitatif, melainkan mampu memberikan perubahan berkelanjutan bagi keluarga berisiko.

Pelaksana Tugas Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastutiningsih menjelaskan program Genting berfokus pada keluarga berisiko stunting terutama kelompok ekonomi desil 1 hingga 3.

Berdasarkan penelitian, hampir 50 persen prevalensi stunting berasal dari keluarga tidak mampu sehingga intervensi perlu menyasar kelompok tersebut.

Program ini juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas dan produktif.

Anak-anak yang akan memasuki usia produktif pada 2045 saat ini berada pada fase tumbuh kembang sehingga memerlukan intervensi sejak dini.

Ajak Kepedulian Kolektif Masyarakat

Arifin mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

"Kami mengajak masyarakat seluruh Indonesia untuk bersedekah melalui program Sedekah Genting ini. Mudah-mudahan ini tidak hanya menjadi kegiatan sosial sesaat, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan," ujarnya.

Yuni menambahkan partisipasi publik menjadi kunci percepatan penurunan angka stunting di Tanah Air.

"Selama ini kita menunggu CSR perusahaan, tapi belum merata. Sekarang saatnya masyarakat yang mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Kepedulian kolektif ini yang akan mempercepat penurunan angka stunting," katanya.

Baznas dan Kemendukbangga/BKKBN menegaskan kepedulian kolektif masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan angka stunting secara berkelanjutan di Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka