Pantau Flash
Penyitaan Narkoba Terbesar di Malaysia: 3,7 Ton Senilai USD161 Juta
Sebelum Ada BBM 1 Harga, Premium di Nusa Ceningan Bali Rp10.000 per Liter
Dirut BPJS Kesehatan Bicara Soal Iuran: Kita Menyesuaikan dengan Hitungan
Jembatan George Washington Ditutup Setelah Ada Ancaman Bom
BMKG Sebut Ada 151 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat

Intelektual Muda NU: Hoax Merusak Tatanan Demokrasi

Intelektual Muda NU: Hoax Merusak Tatanan Demokrasi Ilustrasi hoax (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Intelektual Muda NU Zuhairi Misrawi menilai penyebaran berita hoax sebagai salah satu hal yang merusak tatanan demokrasi. Sebab beredarnya informasi bohong tersebut, ide dan gagasan bukan lagi menjadi faktor utama dipilihnya seorang peserta pemilu oleh masyarakat.

Kesimpulan ini mengacu pada Pilkada DKI 2017, serta menjelang Pemilu 2019.

"Karena kalau kita lihat pemantiknya sejak Pilkada DKI sampai ke pilpres sekarang ini, ada satu fenomena di mana demokrasi tidak lagi jadi kontestasi ide dan gagasan, tapi kontestasi ujaran kebencian SARA dan juga hoax," ujar Zuhairi di Jakarta, Jumat (18/1/2019). 

Baca juga: KPU akan Evaluasi Debat Capres Perdana

Selain itu, menurut Zuhairi, penyebaran hoax berdampak pada perpecahan di masyarakat. Hoax pun dianggap membahayakan, apabila menyasar lembaga penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Seperti diketahui, KPU sempat menjadi korban hoax mengenai surat suara yang telah tercoblos sebanyak tujuh kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. 

"Kita tidak bisa biarkan hoax mendelegitimasi KPU pada penyelenggaraan 17 April nanti, ini bahaya sekali," katanya.

Baca juga: PKS Nilai Debat Pilpres Pertama Kurang Greget, Kenapa?

Menurut politisi PDIP itu, tak masuk akal apabila kecurangan bisa dilakukan ketika pemilu. Sebab selain seluruh tempat pemungutan suara (TPS) dijaga saksi masing-masing kandidat, di era teknologi yang semakin canggih agak sulit manipulasi dilakukan. Maka, ia pun meminta masyarakat dan seluruh pihak menghentikan penyebaran hoax, termasuk yang menyasar KPU.

"Orang Islam harusnya mengerti betul kalau hoax itu adalah dosa besar, karena fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan," ujar Zuhairi.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: