Pantau Flash
Rp54 Juta dan 2.600 Dolar AS Disita KPK dari Rumdin Bupati Lampung Utara
Pasca Diserang, Raja Salman Sepakat Tambah Pasukan Militer AS
Juarai F1 GP Jepang, Bottas Antar Mercedes Kunci Gelar Juara Konstruktor
7 Paus Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Nusa Tenggara Timur
Tampil Lawan Norwegia Semalam, Sergio Ramos Pecahkan Rekor Lampaui Casillas

Jelang Debat, Sandiaga Belajar Jadi Santri Demi Hadapi Ma'ruf Amin

Headline
Jelang Debat, Sandiaga Belajar Jadi Santri Demi Hadapi Ma'ruf Amin Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Jurkamnas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Lendo Novo menyebut Sandiaga Salahuddin Uno akan belajar banyak tentang adab dan tata krama seorang santri kepada seorang kiayi, dalam persiapan debat kedua Pilpres, Minggu, 17 Maret 2019 esok malam, karena ia berhadapan dengan KH Ma'ruf Amin salah satu ulama yang disegani banyak santri.

Baca juga: Kata Direktur Debat BPN Soal Persiapan Sandi untuk 17 Maret Mendatang

"Tentu dia harus belajar adab-adab santri terhadap kiayi, kalau dia enggak paham, wah ini Mas Sandi kurang ajar sama kiayi, dia harus belajar itu, karena dia bukan terbentuk dari lingkungan itu," ujar Lendo dalam acara dskusi 'Polemik-Jelang Debat III Panggung Canggung Cawapres' di Jalan Wahid Hasyim, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Hal ini dilakukan Sandiaga semata-mata menghargai perasaan ulama, sekaligus menjaga perasaan para santri. Adat dan tradisi sangat melekat di kehidupan pesantren, karena kiayi sebagai role model atau contoh yang patut ditiru.

"Iyalah (khusus mempelajari) jadi santri itu supaya bisa mengerti siapa sesungguhnya Sandi tanpa istilahnya menyakiti atau melukai para santri," tuturnya.

Kendati demikian, Sandiaga tetap akan secara lugas menyampaikan gagasan dan visi misinya dalam debat, yang akan banyak dilakukan dengan bercerita pengalamannya mengunjungi banyak daerah di Indonesia. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan berusaha mengugah hati masyarakat untuk sama-sama bangkit.

"Dengan bercerita itu tentunya akan menggambarkan apa visi misi beliau, dan pasti akan berbeda dari visi misi 01, itu yang disebut debat dalam pemikiran bukan debat dalam komunikasi, jadi lebih kepada kami itu beda, dan kita harus bisa sama-sama menghargai perbedaan itu, tinggal masyarakat aja yang mutusin, mana yang lebih menarik buat mereka," paparnya.

Keempat tema dalam debat yakni pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya, menurut Lendo seluruhnya memiliki keterkaitan, sehingga nanti Sandiaga akan menjabarkan master plan keterkaitan empat bidang itu agar outpput atau hasil yang dirasakan masyarakat tidak miss match (tidak nyambung). 

Baca juga: BPN: Sandiaga Punya Etika, Tak akan Serang Ma'ruf Amin di Debat Ketiga

"Lapangan kerja ada secara sistematik, jadi kalau ternyata masyarakat Indonesia banyak orang kreatifnya, tapi pendidikannya kekurangan yang kreatif, sehingga yang terjadi 80 persen mahasiswa salah pilih jurusan, sehingga tidak efesien lag. Pengangguran terbanyak SMK karena miss match dia, kalau bisa nyusun  master plannya, outputnya akan lebih optimal," tutupnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Nasional

Berita Terkait: