Pantau Flash
Jubir KPK: Tak Ada Ketentuan Pimpinan Harus Perwakilan Institusi Tertentu
JK Isyaratkan Gerindra Lebih Baik Jadi Oposisi Demi Keseimbangan
Unggul Head to Head dengan Li/Liu, Minions Ogah Pandang Remeh
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen

Kamu Teriak Stop Impor Beras? INDEF: Enggak Mungkin Ditiadakan

Headline
Kamu Teriak Stop Impor Beras? INDEF: Enggak Mungkin Ditiadakan Stok beras (Foto: Humas Kementan)

Pantau.com - Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati berpendapat bahwa tidak mungkin kalau impor pangan ditiadakan sama sekali.

"Kalau penilaian saya tidak mungkin tidak impor untuk pangan. Kan pangan ini banyak jenis dan macamnya, tidak bisa kalau pangan hanya dilihat dari beras," kata Enny dalam acara menuju debat kedua Calon Presiden, di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Janji Ma'ruf Amin Ingin Optimalkan Ekonomi Syariah Jika Jadi Wapres, Kelanjutan Fintech Syariah?

Ia mencontohkan misalnya saja beras bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri atau swasembada, maka pangan ada jenis lainnya juga yang dibutuhkan seperti kedelai.

Lebih lanjut, Enny menjelaskan bahwa tidak semua bahan pangan Indonesia mampu memproduksi atau bahkan memenuhi seluruh kebutuhan, oleh karena itu beberapa jenis pangan masih diperlukan dari kegiatan impor.

"Kalau kita tidak impor, nanti kemungkinan kita juga tidak bisa ekspor, sebab kebutuhannya hanya untuk dalam negeri saja, kata Enny.

Ia memberikan masukan, lebih baik subjeknya atau pelaku pemenuhan pangan diperhatikan kebutuhannya, dalam kasus beras maka subjeknya adalah petani.

Baca juga: Apa Fintech Haram? Ma'ruf Amin: Fintech Enggak Bertentangan dengan Ekonomi Syariah

Enny berpendapat jika petani sudah dipenuhi kebutuhannya dari segi perlengkapan dan teknologi bahkan lahan, maka memenuhi kemampuan dalam negeri bukan hal yang tidak mungkin, bahkan bisa ekspor dengan kualitas terbaik.

Petani lebih baik tidak dipinggirkan perannya, karena dengan sejahteranya petani akan membuat pelaku produksi pangan lebih maksimal.

"Yang jadi permasalahan sebenarnya bukan impornya, tapi dulu Pak Jokowi sempat menjanjikan tidak akan impor bahan pangan, dan itu tidak tercapai, makanya menjadi persoalan," kata Enny.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: