Forgot Password Register

Janji Ma'ruf Amin Ingin Optimalkan Ekonomi Syariah Jika Jadi Wapres, Kelanjutan Fintech Syariah?

Janji Ma'ruf Amin Ingin Optimalkan Ekonomi Syariah Jika Jadi Wapres, Kelanjutan Fintech Syariah? Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Financial techology (fintech) yang berkembang saat ini dinilai dapat turut mendorong inklusi keuangan masyarakat di Indonesia. Teurtama masyarakat menengah bawah di daerah tertinggal. 

Kendati demikian sistem fintech sendiri masih berbenturan dengan sistem keuangan ekonomi syariah di Indonesia, karena masih bersinggungan dengan kendala bunga

Terkait hak tersebut, Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomer Urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan jika terpilih nanti akan mendorong penerapan ekonomi syariah secara komprehensif.

"Apabila saya terpilih akan mendorong secara keseluruhan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia agar bisa lebih berkembang bisa mendukung penguatan ekonomi nasional. Jadi arahnya menuju kesejahteraan," ujarnya saat menghadiri diskusi Fintech Syariah, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Apa Fintech Haram? Ma'ruf Amin: Ma'ruf Amin: Fintech Enggak Bertentangan dengan Ekonomi Syariah

Ma'ruf mengatakan saat ini Indonesia bahkan Komite Keuangan Nasional Syariah (KNKS). Menurutnya, ekonomi syariah sangat potensial berkembang di Indonesia karena identik dengan ekonomi keumatan dan kerakyatan.

"Kita kan sebenarnya di Indonesia sudah ada komite keuangan nasional syariah (KNKS), ketuanya Presiden, wakil ketuanya Wapres, anggotanya menteri terkait dan juga dari MUI saya juga menjadi anggota. Ekonomi syariah itu identik dengan ekonomi keumatan dan kerakyatan," katanya. 

Baca juga: Ratusan Mobil KTT APEC di Papua Nugini Tak Tahu Rimbanya, Pelelangan Ditunda

Oleh karena itu, kata dia perkembangan ekonomi syariah perlu didorong untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi dari bawah. 

"Ada banyak orang punya perusahaan tidak mengerti syariah. Karena itu bagaimana umat diberdayakan supaya mereka punya akses terhadap masalah ekonomi dan keuangan. Itulah namanya kita dorong membangun bottom up economic development, membangun ekonomi dari bawah, ekonomi umat," pungkasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More