Pantau Flash
Marcus/Kevin Perpanjang Rekor Buruk Jumpa Endo/Watanabe
10 Tempat Kerja Terbaik di Singapura, Google Nomor 1
Iwan Bule Sebut Penggawa Timnas U-22 Bisa Bela Tim Senior
Greys/Apri Gagal Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals 2019
Waskita Bantah Kabar di Medsos yang Sebut Tol Layang Japek Meliuk-liuk

Apa Fintech Haram? Ma'ruf Amin: Fintech Enggak Bertentangan dengan Ekonomi Syariah

Headline
Apa Fintech Haram? Ma'ruf Amin: Fintech Enggak Bertentangan dengan Ekonomi Syariah Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah, Ma'ruf Amin (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia masih belum optimal dalam pengembangan ekonomi syariah.

Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah, Ma'ruf Amin mengungkapkan berdasarkan jasa keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Juni 2018 pangsa pasar market share di bawah 10 persen syariah. 

Meski tercatat meningkat dari 2017 yang tercatat 8,28 persen kata dia, tapi pangsa pasar perbankan per Juni; syariah turun 0,08 persen dari 5,78 persen pada Desember menjadi 5,70 persen Juni 2018. 

"Pertumbuhan keuangan syariah belum dapat mengimbangi pertumbuhan keuangan konvensional," ujarnya dalam Seminar Nasional Financial Technology Syariah yang bertajuk "Teknologi dan inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam" di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Kabar Gembira, Pertamina Temukan Cadangan Minyak di Sumur Benewangi

Pada tahun ini, tujuan Strategi Nasional Keuangan lnklusif (SNKI) pemerintah adalah 75 persen penduduk Indonesia memiliki akses terhadap produk keuangan.

Didukung dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan masuknya era industri 4.0, saat ini lndonesia telah mencanangkan Financial technology (Fintech) Syariah untuk memberikan pemahaman tentang ekonomi Islam yang merata di seluruh kalangan masyarkat. Termasuk mendorong masyarakat memiliki akses terhadap produk keuangan.

"Melalui inovasi teknologi tercipta digitalisasi, telah mempercepat perputaran mengubah struktur ekonomi global termasuk dampaknya ke ekonomi syariah," ungkapnya.

Baca juga: Segera! Mobil Bisa 'Gilas' Tol Layang Jakarta-Cikampek

Lebih lanjut kata dia, banyak munculnya perusahaan startup yang turut semarakkan industri keuangan secara umum dan perlahan-lahan masuk ke sistem ekonomi syariah.

"Melihat perkembangan fintech pertanyaan adalah sejalan dengan ekonomi Islam, syariah. Apakah penggunaanya gak bertentangan Pertama saya sampaikan bahwa penerapan fintech gak bertentangan dengan ekonomi syariah," ungkapnya.

Untuk diketahui, Ma'ruf Amin juga mengatakan Majelis Ulama Indonesia telah memberikan fatwa tentang uang elektronik syariah dan layanan pembiayaan berbasis teknologi informasi prinsip syariah fatwa 117DSN-MUI/11/2018.

"Dua fatwa ini masuk dalam kelompok aktivitas bisnis syariah," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: