Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Akulaku Finance Salurkan Pembiayaan Rp7,44 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 23 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Akulaku Finance Salurkan Pembiayaan Rp7,44 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 23 Persen
Foto: (Sumber : Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor menyampaikan pemaparannya dalam Akulaku Finance Indonesia Media Gathering & Iftar 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman.)

Pantau - PT Akulaku Finance Indonesia mencatat total penyaluran pembiayaan sebesar Rp7,44 triliun sepanjang tahun 2025 berdasarkan laporan sementara atau unaudited.

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor menyampaikan bahwa nilai tersebut meningkat sekitar 23 persen dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang mencapai sekitar Rp6 triliun.

Perry mengatakan, "Pertumbuhan ini juga menyeimbangi dari penerapan manajemen risiko yang cukup konservatif. Pertumbuhan kami in fact di tahun lalu itu mencapai Rp7,4 triliun, jadi dibandingkan tahun sebelumnya di tahun 2024 mencapai Rp6 triliun," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut didukung oleh tingginya volume transaksi perusahaan sepanjang tahun lalu.

Sepanjang 2025 perusahaan mencatat sekitar 46,5 juta transaksi.

Sebagian besar transaksi tersebut berasal dari layanan pembiayaan Buy Now Pay Later atau paylater.

Produk paylater memberikan kontribusi terbesar terhadap portofolio pembiayaan perusahaan dengan porsi sekitar 89 persen.

Laba Perusahaan Naik Signifikan

Perry menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya terlihat dari sisi pendapatan.

Perusahaan juga mampu mengelola laba kotor dan laba bersih secara optimal.

Ia mengatakan, "Dan pertumbuhan ini not just on the top line tidak hanya fokus pada pendapatan tapi juga kami dapat nge manage juga di middle line laba kotor sehingga bottom line laba bersih kami secara profitability itu juga tumbuh dengan sangat baik," ujarnya.

Sepanjang 2025 laba perusahaan meningkat sekitar 66 persen secara tahunan.

Laba perusahaan naik dari Rp65 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp108 miliar pada tahun 2025.

Selain itu nilai managed loan receivables perusahaan juga meningkat hingga mencapai Rp2,5 triliun.

Kualitas Pembiayaan Tetap Terjaga

Perry menyampaikan bahwa kualitas pembiayaan tetap terjaga meskipun transaksi dan pembiayaan meningkat.

Rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing net dapat ditekan pada level 1,1 persen.

Angka tersebut dinilai masih berada dalam kondisi yang sangat sehat.

Selain itu rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio perusahaan tercatat stabil di kisaran dua kali.

Perry mengatakan, "Jadi di tahun 2025 adalah basically pada dasarnya tahun di mana kami dapat tumbuh secara sehat berkelanjutan dengan praktek manajemen risiko yang konservatif," jelasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf