Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Kanada Akhirnya Cekal Boeing 737 Max 8 Berbekal Data Baru

Kanada Akhirnya Cekal Boeing 737 Max 8 Berbekal Data Baru Ilustrasi Boeing. (Foto: Reuters/Bobby Yip)

Pantau.com - Kanada telah mengumumkan larangan nasional terhadap penerbangan Boeing 737 MAX di wilayah udaranya. Hal itu mengutip data baru yang menghubungkan dua kecelakaan mematikan, Lion Air JT-610 dan Ethiopian Airlines 737.

Info dari database federal AS mengungkapkan pilot telah lama mengeluh tentang masalah pesawat. Dalam sebuah pernyataan kepada pers, Menteri Perhubungan Marc Garneau mengumumkan bahwa data baru yang mempengaruhi keputusan tersebut berasal dari pelacakan satelit yang divalidasi.

Baca juga: Kesaksian Mencekam 2 Pilot Boeing 737 Max 8 saat Pesawat Menukik Tajam

Meskipun data tersebut cukup untuk membenarkan penutupan wilayah udara Kanada dari penerbangan Boeing 737, otoritas Kanada enggan menarik kesimpulan terlalu dini.

"Pemberitahuan keselamatan ini membatasi penerbangan penumpang komersial dari operator udara mana pun, baik domestik maupun asing, dari pesawat Boeing 737 Max 8 dan 9 dari kedatangan, keberangkatan, atau wilayah udara Kanada yang terlalu padat," kata Garneau.

Baca juga: Amerika Serikat Akhirnya Keluarkan Larangan Terbang Boeing 737 Max 8

Sekitar 40 pesawat digunakan di berbagai armada Kanada, yang menyebabkan penerbangan dibatalkan dan tertunda di seluruh negara setelah larangan tersebut.

Garneau tidak merinci secara tepat apa yang diungkapkan oleh rincian baru itu, tetapi penyelidikan terhadap basis data federal AS menunjukkan bahwa para pilot telah mengajukan keluhan serius tentang pesawat itu.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: