Forgot Password Register

Kapolri Bentuk Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan, Ini Harapan KPK

Kapolri Bentuk Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan, Ini Harapan KPK Penyidik KPK Novel Baswedan (Foto:Antara/Hafidz Mubarak)

Pantau.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim gabungan khusus untuk mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. KPK berharap tim itu nantinya bisa berujung dengan menemukan pelaku teror tersebut.

Baca juga: Akhirnya, Tim Gabungan Dibentuk Usut Kasus Teror Novel Baswedan

"Jika ada tim yang dibentuk dengan unsur yang lebih kuat dan luas pasti akan kita dengar juga kritik dan saran terhadap tim ini. Tapi KPK berharap upaya-upaya ini bisa berujung pada ditemukannya pelaku penyerangan Novel Baswedan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Januari 2019.

Berdasarkan surat tugas yang ditandatangani langsung oleh Jenderal Tito disebut jumlah anggota tim gabungan itu sebanyak 65 orang yang terdiri dari pihak praktisi, internal KPK, dan kepolisian. Meski begitu KPK enggan sesumbar optimisme pada tim tersebut.

"Sebaiknya kita lebih bicara pada harapan agar pelaku penyerangan bisa ditangkap. Jadi bukan pada optimis atau tidak. Karena nanti tim itu akan bekerja," ucap Febri.

Febri menambahkan, pimpinan KPK telah menugaskan beberapa pegawai yang terdiri dari penyidik, pengawas internal hingga biro hukum untuk masuk pada tim gabungan itu.

"Pimpinan sudah menugaskan pegawai dibidang penindakan atau pun dipengawasan internal juga biro hukum. Penugasan para pegawai itu berdasarkan penugasan pimpinan KPK. Tentu nanti akan berkoordinasi dengan tim polri," pungkasnya.

Baca juga: Kata Kapolda Metro, Kasus Teror Novel Baswedan adalah Utang Kepolisian

Diketahui, Novel Baswedan disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal usai solat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017. Cairan itu mengenai wajah Novel dan melukai sebelah matanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More