Forgot Password Register

Kapolri: Teror Bom di 3 Gereja Surabaya Berkaitan dengan Ledakan di Rusun Wonocolo

Kapolri: Teror Bom di 3 Gereja Surabaya Berkaitan dengan Ledakan di Rusun Wonocolo Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Pantau.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito menyatakan jika terom bom yang terjadi di tiga gereja di Surbaya dan Rusun Wonocolo Sidoarjo saling berkaitan.

Dita Upriyanto adalah bomber serangan di tiga gereja Surabaya. Sementara, Anto adalah terduga teroris yang dilumpuhkan petugas saat terjadinya ledakan di Rusun Wonocolo Sidoarjo.

"Anton yang di Sidoarjo ini adalah teman dekat dari Dita (bomber gereja di Surabaya," kata Tito saat memberikan keterangan pers di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018). 

Sebelumnya, Tito mengatakan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut jajarannya telah berhasil mengidentifikasi pelaku pengeboman yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.

Baca juga: 4 Pelaku Bom di Polrestabes Surabaya Tewas

"Tim sudah berhasil mengidentifikasi, jadi pelaku ini diduga satu keluarga yang melakukan serangan di Gereja Jalan Arjuna, Pantekosta menggunakan Avanza diduga keras adalah orang tuanya, bapaknya, bernama Dita Supriyanto," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018.

Ia mengatakan pihaknya mendapatkan perintah langsung dari Presiden agar segera melakukan investigasi secepat mungkin. "Dan itu dituntaskan, dan dari tadi pagi kita bergerak," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur Konbes Polisi Frans Barung mengungkapkan istri Anton, pelaku bom di Siduardjo, Puspitasari (47) dan anak sulungnya Aulia Rahman (17) meninggal pada ledakan pertama, pukul 20.30 WITA, Minggu 13 Mei 2018.

Baca juga: Terjadi Ledakan Lagi, Risma Belum Instruksikan Perpanjang Libur Sekolah

Anton sendiri tewas ditangan aparat kepolisian. Karena saat didatangi dikediamannya Anton sempat mengancam menggunakan senjata.

"Anton Pebrianto 47 tahun, yang bersangkutan masih hidup saat ledakan pertama. Istrinya, Puspita Sari, 47 tahun, kita nyatakan meninggal dunia di TKP dengan ledakan pertama. Berbeda dengan Anton yang kita lumpuhkan. Aulia Rahman (17 tahun) meninggal karena ledakan pertama," papar Frans saat konferensi pers di rusun Wonocolo, Sidoardjo, Senin dini hari.

Ia menyebutkan bahwa Anton memiliki empat anak. Setelah ledakan pertama terjadi, anak kedua Anton yang bernama Ainurrahman (15 tahun) kemudian membawa dua adiknya, Raisa Putri (11) dan Huda Akbar (10) ke rumah sakit karena mengalami luka.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More