Pantau Flash
Vettel Akui Mercedes Begitu Sempurna Musim Ini
MPR Pastikan Megawati dan SBY Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
KontraS Nilai Hukuman Mati Sudah Tak Relevan di Indonesia
Anies Baswedan Klaim Rumah DP Rp0 Laris Manis
Dibenamkan Vietnam 1-3, Suporter Indonesia Lakukan Unjuk Rasa

Kata Ahli Hukum Tata Negara Soal Rencana Pelaporan Saksi 02 ke Polisi

Kata Ahli Hukum Tata Negara Soal Rencana Pelaporan Saksi 02 ke Polisi Ahli Hukum Tata Negara Bivitri Susanti (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Ahli Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti merasa tidak perlu ditindak lanjuti perihal wacana Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf yang ingin melaporkan saksi fakta yang dihadirkan pihak Tim Hukum Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di MK.

"Ada baiknya tidak perlu ditindaklanjuti. Ini tidak akan pengaruh ke putusan dan hakim karena masuknya wilayah pidana," ujar Bivitri ditemui di Kawasan, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Juni 2019.

Baca juga: Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf Berniat Polisikan Saksi 02 Soal Ini

Menurutnya jika memang benar saksi yang dihadirkan salah satu pihak telah memberikan keterangan palsu atau berbohong dalam persidangan maka hal tersebut harus ditindak lanjuti di luar MK.

"Karena berbeda hukumnya, ranah pidana. Kalau mau ditindaklanjuti ke polisi, bisa pihak terkait atau termohon," ungkapnya.

"Yang jelas memberikan keterangan palsu ada di 224 KUHP. Jadi memang bisa dipidana ancaman sanksi 7 tahun. Kalau memang benar ada akan terpisah dari MK. Kalau laporkan silakan melapor. Tapi kalau menurut saya kurang pas juga dalam konteksnya," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Kuasa hukum TKN Jokowi-Ma'ruf mempertimbangkan untuk memproses secara hukum saksi 02 yang memaparkan soal amplop KPU berserakan di Jawa Tengah. Menurut TKN, pemaparan tersebut menjadi tuduhan serius bagi KPU.

"KPU sudah menjelaskan tentang amplop itu. Dan ini serius ya masalah amplop ini. Karena diduga palsu dan kemudian ada kemungkinan selesai sidang ini. Tergantung kepentingan dari pihak berperkara," kata Yusril di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.

Baca juga: Saksinya Ingin Dipolisikan Pihak 01, Tim Hukum 02: Silakan!

"Kami mewakili pak Jokowi-Kiai Ma'ruf, apakah beliau ingin saksi ini ditindaklanjuti secara pidana, ya nanti kami konsulkan ke beliau," tambahnya.

Menurut Yusril, keterangan saksi Paslon 02 itu palsu. Hal itu terlihat dari jawaban saksi yang kerap berubah-ubah.

Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional