Forgot Password Register

Kebiasaan Jorok Ini Ternyata Memilki Manfaat Lho!

Ilustrasi (Foto: Pixabay) Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Tanpa disadari setiap orang kerap melakukan kebiasaan buruk yang dilakukan setiap hari. Meski hal itu sangat mengganggu tapi butuh waktu lama serta konsistensi untuk bisa menghilangkan kebiasaan buruk.

Konon katanya, butuh waktu sekitar 66 hari untuk membentuk kebiasaan baru.

Kebiasaan jorok termasuk juga dalam kategori kebiasan buruk. Hal itu karena kebiasaan jorok dinilai suatu prilaku yang negatif dan tidak ada manfaatnya.

Baca juga: Tips Najeela Shihab Berikan Pemahaman Pada Anak Tentang Terorisme

Namun, anggapan itu bisa saja salah karena beberapa kebiasaan jorok ternyata memiliki manfaat seperti dilansir dari Brightside:

1. Meludah

Kebiasaan meludah sembarangan memang hal buruk dan menjijikkan. Bahkan kebiasaan itu tidak pantas untuk dilakukan oleh siapapun.

Namun meludah ketika berolahraga, bisa membantu kamu bernapas lebih mudah. 

Ketika dalam keadaan normal kita bernafas dengan hidung. Hal ini membuat udara lebih hangat dan lembab, sehingga memungkinkan tubuh menyerap oksigen lebih efisien.

Tetapi ketika berolahraga, kita cenderung bernapas melalui mulut. Hal ini membuat produksi air liur meningkat, sehingga mengganggu pola pernapasan kita.

Oleh karena itu, sangat normal membuang lendir berlebihan yang dihasilkan setelah berlari dengan cara meludahkannya.

2. Kentut

Menyebalkan memang ketika seseorang kentut sembarangan. Tapi tanpa disadari, tubuh melepaskan gas sekitar 14 kali sehari dan sekitar 3-5 kali selama tidur.

Satu hal yang pasti, saluran pencernaan mulai menghasilkan karbondioksida dan metana sekitar 6 jam setelah makan. Kentut membantu tubuh untuk menyingkirkan kelebihan karbondioksida dan metana tersebut.

Jika kamu bersikeras mencoba menahan kentut, itu bisa memicu sakit perut atau kembung.

3. Bersendawa

Bersendawa setelah makan bisa dianggap prilaku yang kurang sopan. Namun bersendawa juga sebenarnya baik untuk membantu mengurangi jumlah gas dalam perut.

Menahan sendawa dan menumpuk gas di dalam perut dapat menyebabkan naiknya asam lambung ke tenggorokan yang, pada gilirannya, dapat memicu nyeri dada.

4. Menggigit kuku

Kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang merupakan sarang bakteri. Ketika menggigit kuku, kamu akan mengonsumsi beberapa bakteri yang ada pada kuku dan di bagian bawahnya.

Hal ini mengarah ke sistem kekebalan tubuh untuk mulai memproduksi sel darah putih yang membantu melawan bakteri ini.

Tubuh juga 'mencatat' bakteri di dalam memorinya, jadi jika bakteri tertentu ditemukan untuk kedua kalinya, kamu akan memiliki cukup limfosit yang mampu mengalahkannya.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan, anak-anak yang mengisap jempol atau menggigit kuku mereka cenderung tidak mengalami alergi.

Baca juga: Makan Kukis Bisa Memperburuk Suasana Hati, Kenapa?

5. Mengupil dan memakan upil

Terdengar sangat menjijikan memang, tetapi menurut beberapa penelitian, kebiasaan menupil dan memakannya dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pasalnya, ingus atau upil yang kamu makan mengandung mucina saliva yang dapat melawan bakteri penyebab gigi berlubang.

Ketika memakan upil, kamu akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan sel-sel darah putih tubuh untuk melindungi diri terhadap jenis bakteri ini.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More