Pantau Flash
Ungkit Kemesraan dengan PDIP di Era SBY, Demokrat Inginkan Kursi Ketua MPR
Polisi Klaim Kantongi Identitas Bandar Besar Pemasok Narkoba ke Nunung
Tatap SEA Games 2019, Cabor Renang Ikut Kejuaraan Dunia di Korsel
Lanjutan Sidang Sengketa Pileg 2019, MK Putus 260 Perkara
Buat yang Minat, Walmart Tawarkan Beasiswa untuk Siswa SMA

Kementerian ESDM Prediksi PLTB Tolo Selesai Lebih Cepat, Jadi Enggak Sabar

Kementerian ESDM Prediksi PLTB Tolo Selesai Lebih Cepat, Jadi Enggak Sabar PLTB Tolo-I (Foto: Instagram/ESDM

Pantau.com -Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memperkirakan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, akan selesai lebih cepat dari target.

PLTB Tolo yang berlokasi di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, saat ini pembangunannya telah mencapai 97 persen.

Dari 20 Wind Turbine Generator (WTG) yang direncanakan, 17 WTG telah terpasang. Gedung kontrol dan servis juga telah selesai konstruksi.

PLTB Tolo ditargetkan mencapai "Commercial Operation Date" (COD) pada akhir tahun 2018 atau lebih cepat dari target tahun depan.

"Visi kami ke depan adalah energi terbarukan. Tidak boleh terus bergantung ke energi fosil. Pembangunan PLTB ini akan memperkuat pasokan listrik nasional. Cadangan atau 'reserve margin' listrik kami diupayakan lebih dari 30 persen," ungkap Arcandra di area WTG 13 PLTB Tolo, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Buat Pengusaha Otobus dan Truk, Berikut Harga Indeks Pasar Biodiesel

Pemerintah terus berupaya mempercepat pengembangan EBT dan mendorong industri tersebut makin kompetitif.

"Komitmen kita EBT 23 persen tahun 2025. PLTB (Tolo) ini adalah salah satunya. Kita juga kembangkan jenis pembangkit yang lain, seperti panas bumi, hidro, surya, biomassa, biogas," terang Arcandra.

Dari segi teknis, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) PLTB Tolo mencapai sekitar 42 persen. Dengan tinggi 133 meter dan panjang baling-baling 63 m, masing-masing turbin mampu mengalirkan listrik sebesar 3,6 Megawatt (MW), sehingga kapasitas totalnya mencapai 72 MW.

"Ini (PLTB TOLO) tinggi menaranya lebih tinggi dari PLTB Sidrap. Blade juga lebih panjang dari Sidrap. 'Tower' PLTB Tolo ini lebih tinggi dari Monas," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi