Forgot Password Register

Korupsi 1MDB: Low Taek Jho Dijerat Kasus Baru, Eks PM Najib Menanti Putusan

Korupsi 1MDB: Low Taek Jho Dijerat Kasus Baru, Eks PM Najib Menanti Putusan Logo 1MDB. (Foto: Reuters/Olivia Harris)

Pantau.com - Kepolisian Malaysia mengajukan dakwaan kasus baru dan mengeluarkan surat perintah penahanan bagi Low Taek Jho yang kabur dan empat orang lainnya terkait dengan skandal miliaran dolar di dana negara 1MDDB.

Low, yang penyandang dana dan dikenal dengan sebutan Jho Low, telah diidentifikasi oleh para penyidik Malaysia dan Amerika Serikat sebagai tokoh sentral dalam dugaan pencurian dana sekitar USD4,5 miliar dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Low, yang keberadaannya belum diketahui, telah membantah melakukan kesalahan melalui seorang juru bicara.

Baca juga: KPK Malaysia Bakal Usut Revisi Laporan Akhir Korupsi 1MDB yang Menjerat Najib Razak

Bulan lalu para penuntut AS mendakwa Low dan dua mantan bankir Goldman Sachs melakukan persekongkolan untuk mencuci uang 1MDB dan konspirasi untuk melanggar Akta Praktek Korup Asing.

Low telah didakwa melakukan lima kasus pencucian uang yang melibatkan pengiriman uang senilai 1,03 miliar dolar ke sebuah rekening bank Swiss antara 30 September 2009 dan 25 Oktober 2011.

Bersama dengan pembantunya, Eric Tan Kim Loong, Low menghadapi dua lagi tuduhan pencucian uang karena menerima 126 juta dolar di satu rekening bank di Singapura, kata seorang perwira tinggi polisi.

Pada Selasa, Low dan empat orang lain didakwa dengan 13 perkara pencucian uang dan pelanggaran kriminal atas pelanggaran kepercayaan yang menakibatkan kehilangan dana 1MDB sebesar USD1,17 miliar atau 4,2 miliar ringgit, atas dasar nilai tukar uang pada saat terjadi pelanggaran, kata Kepala Kepolisian Malaysia Mohamad Fuzi Harun dalam pernyataan.

Baca juga: KPK Malaysia Buru Seorang Warga Inggris Terkait Korupsi 1MDB, Siapa Dia?

Surat perintah penahanan dikeluarkan terhadap lima orang tersebut yang telah meninggalkan Malaysia, kata Mohamad Fuzi. "Jika mereka ditemukan di negara lain, polisi dan Kantor Jaksa Agung akan mengambil tindakan meminta ektradisi mereka sehingga mereka bisa dibawa kembali ke Malaysia untuk menghadapi dakwaan-dakwaan di pengadilan," kata dia.

1MDB didirikan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tahun 2009 dan subyek penyelidikan pencucian uang di sedikitnya enam negara, termasuk Amerika Serikat, Swiss, dan Singapura.

Najib dikalahkan dalam pemilihan umum pada Mei oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang membuka kembali penyelidikan atas 1MDB. Najib sekarang menghadapi 40 tuduhan korupsi dan pencucian uang terkait kerugian-kerugian di 1MDB dan entitas-entitas pemerintah lain. Ia secara konsisten membantah melakukan kesalahan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More