Forgot Password Register

KPK Nilai Romahurmuziy Salah Tafsir Pasal dalam Pengajuan Praperadilan

KPK Nilai Romahurmuziy Salah Tafsir Pasal dalam Pengajuan Praperadilan Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai alasan permohonan praperadilan tersangka Romahurmuziy (Rommy) tidak ada yang baru. Justru, menurut KPK, Rommy salah memahami pasal yang diberatkan KPK. 

"KPK sedang membaca permohonan praperadilan yang diajukan tersangka RMY. Secara prinsip kami pandang tidak ada hal yang baru dalam permohonan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan kami pandang pemohon tidak memahami secara tepat beda pasal suap dengan pasal tipikor dengan kerugian keuangan negara," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).

Baca juga: Romahurmuziy Ajukan Praperadilan dalam Kasus Jual Beli Jabatan

Febri mengungkapkan ada lima poin yang dijadikan alasan Rommy dalam mengajukan permohonan praperadilan. Di antaranya:

1. Tersangka mengatakan tidak mengetahui tentang adanya tas kertas berisi uang Rp50 juta yang disita KPK dari tangan asisten Rommy, Amin Nuryadin, saat operasi tangkap tangan 16 Maret 2019 lalu. 

2. Tersangka mempermasalahkan penyadapan yang dilakukan KPK.

3. Tersangka memandang pasal suap tidak bisa digunakan karena tidak ada kerugian negara. Padahal seharusnya, menurut Rommy, KPK hanya bisa memproses kasus dengan kerugian negara Rp1 miliar lebih.

4. Tersangka mempersoalkan OTT, karena Rommy mengklaim tidak mengetahui tas berisi uang tersebut.

5. Penetapan tersangka terhadap Rommy tidak didahului penyidikan terlebih dahulu.

Sebelumnya Febri telah menegaskan bahwa KPK akan tetap menghadapi proses praperadilan tersebut.

"Tentu permohonannya akan kami pelajari lebih lanjut. KPK pasti akan menghadapi praperadilan tersebut apalagi kami yakin dengan proses tangkap tangan yang dilakukan bukti-bukti yang ada dan juga proses di penyidikan yang sudah dilakukan," kata Febri, Rabu lalu, 10 April 2019,

Baca juga: KPK Pastikan Tetap Awasi Romahurmuziy Selama Pembantaran di RS Polri

Sementara itu, hingga saat ini Rommy masih berada di RS Polri dalam status pembantaran penahanan. Mantan Ketua Umum PPP itu telah dirawat di rumah sakit sejak 2 April lalu. 

Dalam kasusnya, Rommy diduga menerima suap sebanyak Rp250 juta dari Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Rp50 juta dari Kepala Kantor Kemenag Gresik M. Muafaq Wirahadi untuk mempengaruhi proses seleksi pengisian jabatan Kepala di Kemenag Jatim dan Gresik. 

Akibat perbuatannya, Rommy diganjar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU no. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU no. 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More