Forgot Password Register

Headlines

Kursi Parlemen, Pelicin Anwar Ibrahim untuk Gantikan PM Mahathir Mohamad

Kursi Parlemen, Pelicin Anwar Ibrahim untuk Gantikan PM Mahathir Mohamad Anwar Ibrahim. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Pantau.com - Mantan wakil perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, akan bersaing untuk mengisi kursi parlemen. Pencalonan Anwar diajukan karena seorang anggota parlemen dari partainya mengundurkan diri.

Tentunya, kondisi tersebut membuka jalan bagi Anwar Ibrahim. Hal itu tentunya seperti jalan mulus, hanya beberapa bulan setelah koalisi mereka menang secara mengejutkan dalam pemilihan umum pada Mei lalu.

Anwar, yang baru saja dibebaskan setelah menjalani pemenjaraan bertahun-tahun. Ia juga disebut-sebut sebagai calon pengganti perdana menteri.

Baca juga: Mahathir Mohamad Kecam Hukuman Cambuk Terhadap Pasangan Lesbi di Malaysia

Namun, ia harus menjadi anggota parlemen lebih dulu untuk mengesahkan kedudukannya jika Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengundurkan diri dalam masa ini, seperti yang dijanjikan.

Anwar akan memperebutkan kursi mewakili Port Dickson di negara bagian Negeri Sembilan. Partainya, Partai Keadilan Rakyat (PKR), telah berjanji akan menjalankan segala upaya untuk memastikan agar Anwar bisa kembali ke politik aktif serta akhirnya memimpin Pakatan Harapan.

"Kami percaya bahwa ia akan memperkuat posisi Pakatan Harapan sebagai seorang anggota parlemen," kata sekretaris jenderal PKR Saifuddin Nasution dalam acara jumpa pers.

Anwar tidak hadir dalam acara tersebut karena ia masih berada dalam perjalanan kembali dari Hongkong. Pada akhir tahun 1990-an mengubah wajah perpolitikan Malaysia. Ia menjadi wajah gerakan refromasi setelah dijebloskan ke penjara pada masa kepemimpinan Mahathir yang lalu terkait dakwaan sodomi dan korupsi, yang penuh perdebatan.

Baca juga: Anwar Ibrahim Sebut Penangkapan Najib Razak Tak Bermuatan Politik

Anwar sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil Mahathir namun kedua pemimpin itu terpecah selama krisis keuangan Asia 1997-1998. Anwar dibebaskan pada 2004 namun kembali dijebloskan ke penjara karena sodomi pada 2015.

Selama kedua masa tersebut, Anwar dan para pendukungnya mengatakan bahwa dakwaan-dakwaan yang dikenakan terhadapnya bermotifkan politik.

Mahathir berhasil mengupayakan pengampunan kerajaan bagi Anwar setelah pemilihan umum Mei dan berjanji turun dari jabatannya guna digantikan oleh Anwar, temannya yang menjadi musuh dan kini menjadi sekutu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More