Forgot Password Register

LBH Pers Pastikan Investigasi IndonesiaLeaks Bukan Hoax

LBH Pers Pastikan Investigasi IndonesiaLeaks Bukan Hoax Konpers LBH Pers (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Investigasi IndonesiaLeaks mengungkap adanya dugaan perusakan barang bukti di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan oleh internal penyidik KPK --yang kini telah dikembalikan ke institusi Polri--.

Investigasi IndonesiaLeaks ini menjadi sorotan lantaran dugaan bukti yang dirusak diduga menyeret nama Kapolri, Tito Karnavian yang pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. 

Baca juga: Soal Buzzer Politik, Peneliti: Media Mainstream Lebih Berperan

Isu yang berkembang di tahun politik ini terus bergulir dan memunculkan respon dari berbagai kalangan. Beberapa kalangan politisi menyebut Investigasi tersebut hoax atau berita bohong, kubu lainnya menggunakan ini sebagai senjata untuk menyerang. 

Terkait hal tersebut, inisiator IndonesiaLeaks mengonfirmasi bahwa seluruh hasil investigasi merupakan produk jurnalistik yang telah diproses melalui verifikasi dan serangkaian proses sesuai kaidah jurnalistik.

"Kami tegaskan ini bukan kebohongan ini adalah fakta bukan hoax kami menyayangkan petinggi politik tanpa kroscek tanpa klarifikasi berkomentar yang menguntungkan posisinya bahkan yang lebih menyedihkan dianggap bagian dari skenario Ratna Sarumpaet, ini kan satu hal yang menggelikan bila diungkapkan oleh seorang politisi," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Nawawi Bahrudin saat jumpa pers di Kantor AJI Indonesia, Jakarta, Minggu (14/10/2018).

Pihaknya memastikan, bahwa investigasi terkait perusakan alat bukti KPK itu tak ada kaitannya dengan dengan kontestasi politik yang sedang bergulir. 

Baca juga: Ferdinand Hutahaen: Buzzer Politik Perlu, tapi Banyak yang Tidak Beretika

"Ini tidak ada kaitan dengan kontestasi politik, ini independen sesuai tugas jurnalistik sebagai kontrol pada penegak negara. Kami tegaskan ini bukan hoax bukan bohong," ungkapnya.

Sehingga pihaknya menilai jika ada pihak-pihak yang mau memastikan kebenaran dari hasil investigasi tersebut, pihaknya meminta agar dilakukan melalui mekanisme lembaga pers. 

"Jadi kalau ada yang mau menguji kami persilahkan menyelesaikan dengan sengketa pers dengan hak jawab atau melalui mekanisme dewan pers," ungkapnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More