Forgot Password Register

Headlines

Menag Lukman Baru Kembalikan Uang Rp10 Juta Usai OTT Romahurmuziy

Menag Lukman Baru Kembalikan Uang Rp10 Juta Usai OTT Romahurmuziy Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin baru melaporkan penerimaan uang gratifkasi Rp10 juta ke KPK setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Romahurmuziy (Rommy) terjadi. 

Diketahui ketika itu OTT terjadi di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 Maret 2019. Sementara, Lukman disebut menerima uang pada 9 Maret 2019. 

"Laporan penerimaan uang Rp10 juta tersebut baru dilakukan setelah OTT terjadi, yaitu selang lebih dari seminggu setelah OTT terjadi pada 15 Maret 2019 lalu," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Baca juga: Menag Akui Terima Uang Rp10 Juta dari Haris, tapi Sudah Dilaporkan

Febri menambahkan laporan gratifikasi Lukman tersebut belum bisa ditindaklanjuti oleh KPK, karena Lukman baru melaporkan setelah OTT terjadi. Walaupun waktu pelaporan masih dalam jangka waktu 30 hari kerja setelah penerimaan, sesuai dengan ketentuan UU no. 30 tahun 2002.

"Sesuai prinsip dasar gratifikasi bersifat kesadaran bukan karena sudah diproses secara hukum maka kemudian dilaporkan. Oleh karena itu sesuai laporan gratifikasi belum kami tindaklanjuti SK (surat keputusan) perlu dikoordinasikan dengan penyidik," kata Febri.

Sebelumnya, dalam sidang praperadilan Rommy terungkap bahwa Lukman menerima uang Rp10 juta dari Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin. Uang itu diduga sebagai kompensasi karena Haris lolos seleksi dan dilantik menjadi Kakanwil Kemenag Jatim.

Baca juga: Praperadilan Rommy Ungkap Menag Terima Rp10 Juta, Ini Kata KPK

Padahal dalam proses seleksi, Haris terkendala pernah dihukum sanksi disiplin terkait penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun. 

Haris bisa melanjutkan proses seleksi setelah menghubungi staf Menteri Agama, Gugus Joko Waskito, untuk memberikan masukan kepada Lukman perihal kendala persyaratan yang dihadapinya.

Tak hanya itu, Haris juga menghubungi Rommy, yang merupakan rekan satu partai dengan Menteri Agama, untuk meminta bantuan. Hal yang sama juga dilakukan Muafaq Wirahadi saat mengikuti seleksi jabatan Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik.

Haris dan Muafaq kemudian berhasil lolos seleksi. Keduanya memberikan uang kepada Rommy masing-masing Rp250 juta dan Rp50 juta.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More