Forgot Password Register

Menanti Sikap Donald Trump Terkait Dugaan Keterlibatan Rusia Dalam Pilpres AS 2016

Menanti Sikap Donald Trump Terkait Dugaan Keterlibatan Rusia Dalam Pilpres AS 2016 Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters/Leah Millis)

Pantau.com - Presiden AS Donald Trump di bawah tekanan penyelidikan penasihat khusus Robert Muller tentang peran Rusia dalam pemilihan umum AS 2016.

Pengacara Trump, Rudy Giuliani menjelaskan, Trump kemungkinan besar tidak akan melakukan pengampunan terhadap dirinya sendiri. Namun, konstitusi AS memberikan wewenang untuk mengeluarkan pengampunan.

"Ini akan menjadi pertanyaan terbuka. Saya pikir itu mungkin akan dijawab oleh konstitusi," kata Giuliani.

Baca juga: 2 WNI Selamat dari Hukuman Mati di Arab Saudi

Saat ini FBI tengah melakukan penyelidikan terhadap Muller, untuk mencari bukti dugaan keikutsertaan Suria dalam Pilpres AS 2016 lalu. Akan tetapi, Giuliani menentang jika Trump memberikan keterangan langsung terkait kasus tersebut.

Penyelidikan terhadap Muller telah menyeret nama mantan ketua kampanye Paul Manafort. Hingga kini, baik pihak Rusia maupun Trump menyangkal adanya kolusi. Suami Melania Trump itu elah membantah menghalangi penyelidikan.

Untuk diketahui, Pengacara Trump berdebat dalam sebuah surat kepada pengacara khusus bahwa presiden tidak dapat menghalangi pemeriksaan di mana dia diberikan kekuatan oleh konstitusi.

Baca juga: Kapal Pengangkut Imigran Karam di Lepas Pantai Tunisia, 46 Tewas

Dalam surat 29 Januari 2018, para pengacara Trump berpendapat bahwa konstitusi memberi presiden kekuasaan untuk mengakhiri penyelidikan, atau bahkan menggunakan kekuasaannya untuk mengampuni.

Ketua Mayoritas DPR Kevin McCarthy, seorang Republikan, menjelaskan bahwa dia tidak berpikir Trump atau presiden lainnya harus mengampuni dirinya sendiri.

"Saya tidak berpikir seorang presiden harus mengampuni diri mereka sendiri," ujar McCarthy kepada program CNN "State of the Union".

Share :
Komentar :

Terkait

Read More