Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Tegaskan Iran Ingin Capai Kesepakatan, Peringatkan Konsekuensi Berat Jika Negosiasi Gagal

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Trump Tegaskan Iran Ingin Capai Kesepakatan, Peringatkan Konsekuensi Berat Jika Negosiasi Gagal
Foto: Arsip - Presiden AS Donald Trump (sumber: Anadolu)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran tampaknya sangat ingin mencapai kesepakatan dalam perundingan nuklir, sembari memperingatkan akan adanya konsekuensi berat jika negosiasi tersebut gagal.

Trump menyampaikan pernyataan ini kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada Jumat (6/2).

"Kita harus melihat seperti apa kesepakatan itu. Namun menurut saya, Iran tampaknya sangat ingin membuat kesepakatan," ungkapnya.

AS Kerahkan Armada Militer, Negosiasi Dapat Konsekuensi Serius

Trump juga menyinggung pengerahan militer Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah.

"Kita memiliki armada besar, dan kita punya armada laut besar yang bergerak ke arah sana, dan akan segera tiba. Jadi, kita lihat bagaimana hasilnya," ujarnya.

Presiden AS itu kembali menegaskan bahwa akan ada konsekuensi berat jika Iran gagal mencapai kesepakatan.

"Mereka ingin membuat kesepakatan... Mereka tahu konsekuensinya jika tidak," ia mengungkapkan.

"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, konsekuensinya sangat berat," tegas Trump.

Ia juga menekankan bahwa tidak akan ada kesepakatan yang membolehkan Iran memiliki senjata nuklir.

"Namun, ada satu hal, dan ini [disampaikan] sejak awal, tidak ada senjata nuklir," katanya.

Perundingan di Oman Jadi Awal, Iran dan Oman Komentari Hasilnya

Perundingan tidak langsung antara AS dan Iran berlangsung di Oman pada Jumat.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut bahwa pembicaraan tersebut merupakan "awal yang baik" dan menyatakan bahwa proses negosiasi akan terus dilanjutkan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menyampaikan bahwa perundingan berjalan secara serius dan membantu memperjelas posisi kedua pihak.

Trump menyatakan bahwa jika kesepakatan bisa tercapai dua tahun lalu, AS sudah akan melakukannya, tetapi saat itu Iran belum bersedia.

"Kini mereka bersedia melakukan jauh lebih banyak dibandingkan satu atau satu setengah tahun lalu," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa perundingan terbaru ini baru berlangsung sekitar satu tahun sejak awal masa jabatannya.

Negosiasi ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat ancaman aksi militer AS terhadap Iran.

Penulis :
Shila Glorya