Forgot Password Register

Headlines

Merasa Dirugikan Terkait Berita Hoax, Gerindra Polisikan Ratna Sarumpaet

Ilustrasi bendera Gerindra. (Pantau.com/Fery Heryadi) Ilustrasi bendera Gerindra. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Partai Gerindra melaporkan aktivis Ratna Sarumpaet ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 6 Oktober 2018, atas dugaan penyebaran informasi untuk kebencian atau menyebarkan berita bohong.

"Karena apa yang dilakukan Ratna Sarumpaet kemarin, juga merugikan nama baik Gerindra, tak terkecuali kita sebagai masyarakat," jelas Sekretaris Lembaga Advokasi Hukum Gerindra DKI, Mohamad Taufiqurrahman.

Taufiq mengklaim, akibat kebohongan yang dilakukan Ratna, membuat situasi negara yang akan pemilihan presiden ini terganggu.

Baca juga: Gerindra Ogah Berikan Bantuan Hukum pada Ratna Sarumpaet

Meski Ratna telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, menurut Taufiq, dirinya masih berhak untuk melaporkan mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) itu.

"Prinsipnya, tiap orang punya hak sama di muka hukum," jelasnya.

Laporan itu bernomor LP/5381/X/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus. Dalam laporannya, Ratna diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) jo. Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Taufiq berharap, laporannya tersebut diakamodir dan diproses.

"Saya perlu turut andil bagian, supaya tidak timbul Ratna Sarumpaet yang lain. Bola liar atas kebohongan Ratna turut merugikan Pak Prabowo dan Gerindra," tegasnya.

Baca juga: Sandiaga Siap Dipanggil Polisi Terkait Berita Hoax Ratna Sarumpaet

Polda Metro diketahui, menetapkan Ratna sebagai tersangka terkait kasus dugaan pembohongan atas insiden pengeroyokan terhadapnya di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 21 September 2018. Ratna dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasa 28 jo. Pasal 45 UU ITE dan langsung dilakukan pemeriksaan pada 5 Oktober 2018 .

Di sisi lain, Taufiq menerangkan, langkah Gerindra tersebut juga membuktikan, bila calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, dan tim pemenangannya juga menjadi korban terkait polemik kebobongan Ratna.

"Justru Pak Prabowo bersikap ksatria, karena telah meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kekhilafannya mempercayai kebohongan Ratna. Kita juga menjunjung tinggi hukum, makanya mengedepankan proses hukum dalam menyelesaikan masalah ini, bukan dengan balik menyerang, beropini," tutupnya.

Prabowo menjadi salah satu pihak yang percaya Ratna dikeroyok dan menyebabkan wajahnya lebam, setelah mengaku mendengar langsung dari Ratna Sarumpaet.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More