Pantau Flash
Selamat Tinggal.... Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Stop Operasi
Ketua MPR: UU Buatan DPR dan Pemerintah Banyak yang Salahi UUD 1945
Bom Bunuh Diri Terjadi di Ibu Kota Afghanistan, 63 Orang Tewas
Pratu Sirwandi, Prajurit TNI Korban Penembakan KKSB di Papua Gugur
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014

Miris, Ini 5 Kota Tempat Si Kaya dan Si Miskin Hidup Berdampingan

Miris, Ini 5 Kota Tempat Si Kaya dan Si Miskin Hidup Berdampingan Pemandangan kontras di Mumbai. (Foto: Johnny Miller)

Pantau.com - Seorang fotografer yang berbasis di Cape Town, Johnny Miller, menceritakan kehidupan si kaya dan si miskin yang dituangkan dalam karya seri fotonya, Unequal Scenes.

Dalam mengambil gambarnya, Miller menggunakan drone untuk melihat sisi mencolok dalam kondisi kehidupan di seluruh dunia. Dari Amerika Serikat hingga Afrika, ia mengabadikan kehidupan yang sangat kontras antara kawasan kumuh dan mewah.

Berikut lima wilayah dengan perbedaan kontras yang diabadikan oleh Johnny Miller.

Baca juga: 5 Tempat Terpanas di Dunia Ini Punya Suhu Ekstrem hingga 70 Derajat Celcius

1. Mumbai

Pemandangan kontras di Mumbai. (Foto: Johnny Miller)

Mumbai merupakan ibu kota negara bagian India Maharashtra. Mumbai disebut sebagai kota terpadat di India dengan populasi diperkirakan berjumlah 22 juta penduduk. Menjadi kota paling padat India, Mumbai tak terlepas dari kemacetan. Mumbai menyandang status sebagai kota paling macet dunia.

Fakta lainnya, sebanyak 43,1 persen populasi di Mumbai tinggal di daerah kumuh dengan terpal-terpal biru yang merupakan satu-satunya atap untuk bertahan di musim hujan. Kawasan Dharavi di atas adalah kawasan terbesar di Mumbai, dan terbesar kedua di Asia, dengan perkiraan satu juta penduduk.

Yang lebih mengejutkan, di samping kota besar itu, wilayah kumuh memiliki tingkat melek huruf yang tinggi yaitu 69 persen, namun banyak orang berpendidikan tinggi tidak dapat mendapatkan pekerjaan.

2. Johannesburg

Pemandangan kontras di Johannesburg, Afrika Selatan. (Foto: Johnny Miller)

Afrika Selatan dinobatkan sebagai negara paling tidak setara di dunia pada tahun 2018 oleh sebuah laporan Bank Dunia. Terlepas dari berakhirnya Apartheid pada tahun 1994, sejak 2011 setidaknya 2,5 juta orang Afrika Selatan jatuh ke dalam kemiskinan.

wilayah Primrose yang makmur berdampingan dengan pemukiman Makause di Johannesburg ini menunjukkan hanya sebuah jalan yang memisahkan kekayaan ekstrem dan kemiskinan.

Primrose diberi nama sesuai dengan putri pemodal Inggris Barney Barnato pada tahun 1886, sementara orang Afrika berkulit hitam hidup secara terpisah di Makause.

3. Meksiko


Pemandangan kontras di Meksiko. (Foto: Johnny Miller)

Meksiko merupakan salah satu kota padat, modern, serta terbesar di dunia. Namun, Meksiko juga menjadi salah satu negara yang paling tidak setara di dunia. Pada satu titik, orang terkaya di dunia merupakan seorang Meksiko. 1 persen penduduk terkaya memperoleh 21 persen total pendapata bangsa, presentase yang tinggi dibandingkan di negara lain.

Di Meksiko, kekayaan itu disandingkan dengan daerah perumahan berpenghasilan rendah yang sangat luas. Wilayah kumuh kerap disebut untuk area Ciudad Nezahualcoyolt, dengan 43,6 persen orang Meksiko digolongkan miskin. 

Miller juga mengambil foto-foto daerah kumuh Santa Fe dengan gedung pencakar langit di jarak dekat. Orang kaya di dunia bisnis dipisahkan dari orang miskin oleh satu jembatan jalan raya.

Baca juga: 5 Negara Paling Damai dan Aman di Dunia, Indonesia Nomor Berapa Ya?

4. Nairobi

Pemandangan kontras di Nairobi. (Foto: Johnny Miller)

Menurut sebuah studi 2009 pada kemiskinan perkotaan oleh Oxfam, diperkirakan 10 persen orang kaya dari populasi di Nairobi memperoleh 45,2 persen pendapatan, dan sekitar 10 persen orang miskin hanya memperoleh 1,6 persen.

Di Nairobi, kota yang kacau dengan pertumbuhan yang luar biasa tidak seimbang, sangat sulit untuk digambarkan.

Dalam foto di atas menunjukkan sebuah jalan dalam fase konstruksinya direncanakan untuk memotong perkampungan kumuh Kibera di Nairobi, Kenya. Tetapi ini hanya akan menggantikan ribuan orang yang menyebut pondok timah dan lumpur ini sebagai rumah.

5. Seattle, AS


Pemandangan kontras di Seattle. (Foto: Johnny Miller)

Seattle, sebuah kota yang melahiekan perusahaan besar dunia seperti Amazon, ternyata masuk dalam keadaan darurat pada 2015 karena krisis tunawisma. Hal tersebut menyebabkan penjuru kota ini dihiasi tenda-tenda yang didirikan untuk membantu menangani para pencari suaka.

Krisis terus berlanjut hampir empat tahun setelah keadaan darurat diumumkan, banyak yang meminta pemerintah untuk menyediakan perumahan yang lebih terjangkau. Seringkali mereka yang tinggal di kota-kota tenda harus pindah ketika sewa pemerintah terhadap ruang berakhir. 

Sejumlah kamp-kamp sengaja disembunyikan sehingga tidak dapat dilihat dari jalan.
Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: