Forgot Password Register

Muhadkly Acho Ungkap Betapa Rumitnya Membuat Film Komedi

Muhadkly Acho Ungkap Betapa Rumitnya Membuat Film Komedi Muhadkly Acho (Foto: Instagram/@muhadkly)

Pantau.com- Menguji tingkat kelucuan, memberikan perspektif baru terhadap lelucon serta mengoreksi diksi pada skenario lawak merupakan beberapa tugas konsultan komedi guna memastikan film tersebut dapat mengocok perut penonton.

Baca juga: Milly & Mamet Wujudkan Impian Bernyanyi Sissy Priscillia Sejak Kecil

Muhadkly Acho yang akrab disapa Acho, sebagai konsultan komedi memastikan bahwa membuat hal yang lucu harus melalui proses yang begitu serius.

Dalam film 'Milly & Mamet', Acho bertanggung jawab memastikan bahwa komedi yang disampaikan dapat dimengerti penonton dan tentunya mengundang tawa.

Penggunaan konsultan komedi pada film-film garapan Ernest Prakasa sudah menjadi keharusan.

Sebab selaku sutradara, penulis skenario sekaligus pemain, Ernest juga memerlukan pandangan orang lain agar komedi yang disampaikan tidak terkesan garing.

"Memang seserius itu bikin bercandaan. Orang lihatnya komedi doang ngapain serius, ini hal paling serius yang dilakukan selama ini, bikin penonton bisa tertawa bukan pekerjaan mudah dan bukan pekerjaan satu orang," kata Acho, Selasa (4/12/2018).

"Kadang penulis skenario ngerasa lucu, pas dicoba ke aktor ternyata enggak kena, harus ganti diksi atau timing tempo supaya pas," kata Acho.

Menurut komedian tunggal ini, membuat film komedi lebih susah dan rumit dibandingkan dengan drama. Harus ada rumusan serta racikan yang pas agar tidak berlebihan ataupun kurang greget dalam leluconnya.

"Masalah bikin komedi bukan sesimpel bikin drama. Kalau drama, kurang sampai emosionalnya, orang enggak akan marah kayak bilang dramanya kurang. Pas ditanya kalau enggak dapet paling bilang biasa aja. Kalau komedi, komedinya enggak lucu, orang bisa kesal atau marah karena lihat scene komedi enggak lucu, bisa 'ih garing' makanya harus hati-hati banget," jelas Acho.

Untuk mematangkan skenario, film ini membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 bulan. Bahkan, perbaikan terus dilakukan sampai mendapat formula yang tepat agar ketika syuting tidak ada lagi improvisasi.

Baca juga: 'Milly dan Mamet' Libatkan Jullie Estelle Hingga Yoshi Sudarso

"Reading, latihan dan dilihat hasilnya, joke yang ini kena di aktor yang mana. Dilihat mana yang kurang, mana dialog yang harus ada perbaikan, diksinya yang lebih komedi dikembangkan terus sampai draft terakhir. Tujuannya ketika syuting enggak ada lagi improve, kalau ada ide dari aktor bisa dikeluarkan saat reading," ujar Acho.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More