Forgot Password Register

Najib Razak Akui Kekalahan di Pemilu Malaysia

Najib Razak Akui Kekalahan di Pemilu Malaysia Najib Razak (Foto: Reuters/Athit Perawongmetha)

Pantau.com - Ketua Barisan Nasional (BN) Datuk Seri Najib Razak menyatakan menerima keputusan rakyat Malaysia dalam Pemilihan Umum Ke-14 atau Pilihan Raya Umum (PRU) Ke-14. Najib mengakui kekalahannya dari Mahathir Mohamad dalam pemilu.

"Kita baru saja menyelesaikan PRU yang ke-14. Suatu pilihan raya yang begitu sengit, tetapi ini merupakan manifestasi prinsip demokrasi yang kita anuti. Banyak perkara-perkara yang digunakan sebagai senjata waktu PRU termasuk fitnah dan hasutan yang dilemparkan di antaranya konon BN akan melakukan penipuan untuk memenangi PRU," kata Najib dalam jumpa pers di Gedung PWTC Kuala Lumpur, Kamis (10/5/2018).

Baca juga: Mahathir Mohamad Menang Pemilu Malaysia, Jadi Pemimpin Tertua di Dunia

"Ada juga konon saya dan rekan-rekan telah merencanakan pertemuan Majelis Keselamatan Negara pada Rabu malam sebagaimana disebut dalam twitter pukul 22.00 malam karena keadaan darurat," katanya.

Najib mengatakan hal tersebut merupakan contoh hasutan pada rakyat dan merupakan suatu pembohongan, karena tidak ada pertemuan Majelis Keselamatan Negara.

"Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan setinggi-tinggi terima kasih kepada semua pemimpin BN peringkat nasional dan daerah, rekan-rekan dalam BN UMNO yang telah bekerja siang dan malam dalam membuat program dan kegiatan yang terkait PRU," katanya.

Baca juga: Menanti Hasil Pemilu Malaysia, Najib Razak Vs Mahathir Mohamad

Najib mengklaim, sejak dirinya mengambil alih jabatan pada 2009, pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat dan untuk menentukan masa depan yang lebih baik untuk rakyat Malaysia dan generasi mendatang.

"Hampir tiga juta pekerjaan telah diwujudkan karena kemiskinan di tahap paling rendah kita telah bangunkan infrastruktur bertaraf dunia, ekonomi Malaysia telah dapat dipacu ke pertumbuhan yang bisa dibanggakan dan mendapat pengakuan badan-badan seperti IMF dan Bank Dunia," ujar Najib.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More