Pantau Flash
Penyuap Romahurmuziy Dituntut 3 Tahun Penjara dan Ditolak Jadi JC
Beberkan Cairan Kimia, TPF Sebut Pelaku Tak Ada Niat Bunuh Novel Baswedan
Bentrok Warga Terjadi di Mesuji, Tiga Orang Dikabarkan Tewas
Melaju ke Babak Kedua, Della/Rizki Dibayangi Rekor Buruk
Keponakan Prabowo Cabut Gugatan, Mulan Jameela Lanjut Gugat Gerindra

NASA 'Tiarap' di Acara Super Bowl Astronomi 233, Alasannya Tanya Trump

NASA 'Tiarap' di Acara Super Bowl Astronomi 233, Alasannya Tanya Trump Pesawat NASA. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Ratusan karyawan NASA tidak akan menghadiri konferensi terbesar American Astronomical Society tahun ini, yang dijuluki 'Super Bowl astronomi,' karena penutupan pemerintah yang tengah dilakukan Presiden AS Donald Trump.

Lebih dari 3.000 ilmuwan dan astronom dijadwalkan menghadiri pertemuan 233 AAS di Washington State Convention Center di Seattle sejak Minggu hingga Kamis mendatang.

Baca juga: Imbas Penutupan Pusat Pemerintahan AS, Sumpah Serapah Snoop Dogg Menggema


Ilmuwan dan astronom NASA tidak hadir dalam acara 233 AAS di Washington State Convention Center. (Foto: Twitter/@kevinbmarvel)

Namun, melansir RT, Rabu (9/1/2019), masyarakat memperkirakan bahwa antara 300 dan 450 orang yang terdaftar telah dilarang hadir.

Seperti diketahui, penutupan pemerintah memasuki minggu keempat, yang berarti lebih dari 380 staf federal masih bekerja tanpa upah. termasuk sekitar 95 persen karyawan NASA.

Baca juga: Mr Trump... Begini Dampak Penutupan Pemerintahan Pusat AS yang Mengerikan!

Dalam sebuah pernyataan, para pejabat ASS mengatakan penutupan itu akan "sangat merugikan" untuk pertemuan tersebut. Tetapi beberapa langkah baru seperti memungkinkan penulis bersama untuk menyajikan dan streaming sesi online untuk pendaftar bisa menjadi solusi.

"Jika dana federal itu tidak dipulihkan, mungkin ada banyak papan poster kosong, tidak ada pembicaraan lisan," kata Pejabat Eksekutif AAS, Kevin Marvel, seperti dilaporkan Washington Post. 

Seperempat dari pemerintah AS telah ditutup sejak 22 Desember lalu. Tak ayal, hal itu mempengaruhi sekitar 800.000 karyawan federal, karena Demokrat Kongres menolak untuk menyetujui pendanaan untuk dinding perbatasan.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: