Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

NASA Resmi Tetapkan Uji Terbang Berawak Boeing Starliner sebagai Kecelakaan Tipe A Usai Investigasi Mendalam

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

NASA Resmi Tetapkan Uji Terbang Berawak Boeing Starliner sebagai Kecelakaan Tipe A Usai Investigasi Mendalam
Foto: Astronot NASA Butch Wilmore dan Suni Williams terlihat sebelum menaiki pesawat ruang angkasa Starliner milik Boeing di Stasiun Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida, Amerika Serikat, Rabu 5/6/2024 (sumber: Xinhua/HO-NASA/Joel Kowsky)

Pantau - Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada Kamis 19 Februari 2026 merilis laporan investigasi yang menetapkan uji terbang berawak CST-100 Starliner milik Boeing sebagai "kecelakaan tipe A" setelah ditemukan kombinasi kegagalan perangkat keras dan kelemahan program yang menciptakan kondisi berisiko serta tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan antariksa berawak.

Dalam laporan tersebut, NASA mengungkap adanya kegagalan perangkat keras, kesenjangan kualifikasi, kesalahan kepemimpinan, serta disfungsi budaya yang berkontribusi terhadap permasalahan misi.

Kemampuan manuver wahana antariksa itu sempat hilang saat awak mendekati Stasiun Luar Angkasa Internasional dan menimbulkan kerugian finansial.

Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan, "Wahana antariksa Boeing Starliner menghadapi berbagai tantangan sepanjang misi tanpa awak maupun misi berawak terbarunya."

Ia menambahkan, "Kesulitan teknis yang dialami saat proses penambatan docking dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional sangatlah jelas."

Selanjutnya Isaacman menegaskan, "Hari ini, kami secara resmi menetapkan insiden ini sebagai kecelakaan tipe A dan memastikan adanya akuntabilitas kepemimpinan agar situasi seperti ini tidak terulang kembali."

Ia menyebut NASA akan bekerja sama dengan Boeing untuk menerapkan langkah-langkah perbaikan sebelum Starliner kembali terbang.

Kronologi Misi dan Perpanjangan Penerbangan

Starliner diluncurkan pada 5 Juni 2024 dalam misi uji berawak pertamanya menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Misi tersebut awalnya direncanakan berlangsung selama delapan hingga 14 hari.

Namun penerbangan diperpanjang menjadi 93 hari setelah anomali pada sistem propulsi teridentifikasi saat wahana berada di orbit.

Setelah meninjau data penerbangan dan melakukan pengujian di darat, NASA memutuskan mengembalikan wahana tanpa membawa astronaut Butch Wilmore dan Suni Williams.

Kapsul Starliner mendarat di White Sands Space Harbor, New Mexico, pada September 2024.

Kedua astronaut kemudian kembali dengan selamat ke Bumi menggunakan misi SpaceX Crew-9 NASA pada Maret 2025.

Tim Investigasi dan Langkah Korektif

NASA membentuk Tim Investigasi Program independen pada Februari 2025 untuk menelaah faktor teknis, organisasional, dan budaya yang berkontribusi terhadap permasalahan tersebut.

Laporan investigasi itu diselesaikan pada November 2025 sebelum akhirnya dipublikasikan pada Februari 2026.

Para investigator menemukan bahwa kombinasi kegagalan perangkat keras dan kelemahan program menciptakan kondisi berisiko yang tidak memenuhi standar keselamatan NASA untuk penerbangan antariksa berawak.

Sejak kembalinya Starliner, NASA dan Boeing terus bekerja sama mengidentifikasi serta mengatasi berbagai tantangan yang muncul selama misi.

NASA menyatakan tengah menerapkan langkah-langkah korektif untuk memastikan pelajaran dari insiden ini dapat meningkatkan keselamatan misi Starliner di masa mendatang maupun program lainnya di lembaga tersebut.

Penulis :
Shila Glorya