Pantau Flash
Winger Chelsea Gabung Inter Milan dengan Status Pinjaman
Menhub Minta Tarif Garuda Bisa Dijangkau Masyarakat
Waspada Virus Korona, Pemerintah Tutup Penerbangan Rute Wuhan China
Soal Virus Korona, Jokowi Perintahkan Pengawasan Diperketat
Ducati Resmi Luncurkan Desmosedici GP20

Nasib Pekerja Thomas Cook: Tak Digaji dan Pinjam Uang untuk Kebutuhan

Headline
Nasib Pekerja Thomas Cook: Tak Digaji dan Pinjam Uang untuk Kebutuhan Mantan Pekerja Thomas Cook, Betty Knight (Foto: Daily Mirror/Andy Stenning)

Pantau.com - CEO Thomas Cook, Peter Fankhauser, telah menuai banyak kecaman setelah biro perjalanan yang berusia 178 tahun itu runtuh dengan 9.000 pekerjaan di Inggris dan meninggalkan 165.000 wisatawan yang terdampar di luar negeri.

Dalam situasi pemanas, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga sempat menyoroti gaji yang diterima oleh Peter sebagai CEO di tengah kebangkrutan Thomas Cook. 

Namun, tudingan itu langsung direspon sang CEO. Fankhauser bahkan menegaskan dirinya bukan 'kucing rakus' di tengah keterpurukan Thomas Cook meskipun gajinya 8 juta poundsterling atau Rp139 miliar.

Baca juga: Tolak Tanggung Kebangkrutan, PM Inggris Singgung Gaji Sang Bos Thomas Cook

Sebelumnya, Peter Fankhauser, 58, mengatakan penyesalannya karena perusahaannya harus gulung tikar. Diketahui, Fankhauser rupanya telah menerima upah sebanyak 8,3 juta poundsterling sejak ia menduduki jabatan CEO di November 2014.

"Aku hanya bisa memberi tahu mereka bahwa aku sudah mencoba segalanya untuk perusahaan ini," ujarnya saat mengumumkan kebangkrutan Thomas Cook.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Thomas Cook memiliki 'lubang hitam' neraca lebih dari £ 3 miliar. Ia juga mengklaim bahwa kemampuannya untuk menyelamatkan Thomas Cook terhalang oleh hutang historis yang terbangun sebelum dia bergabung, dia berkata: "Saya mencoba yang terbaik untuk menyelamatkan perusahaan."

Bagaimana nasib karyawan?

Baca juga: Belum Tentu Digaji, Konsumen Ini Ceritakan Sikap Staf Thomas Cook

Fankhauser mengatakan minggu lalu berbicara dengan para pekerjanya, termasuk di salah satu kantor terbesar Thomas Cook, di Peterborough.

Sebuah pertemuan yang diadakan oleh serikat pekerja Unite. Mereka memperlihatkan hancurnya keuangannya karena upahnya tidak mungkin dibayar.

Menurut Daily Mail, beberapa pekerja mengatakan mereka harus menggunakan voucher makanan amal dan mengandalkan bantuan keuangan dari teman dan keluarga sejak mereka kehilangan pekerjaan.

Manajer kabin Laura Tremarco, 39, yang telah bekerja di Thomas Cook sejak dia berusia 17, mengatakan dia bertemu Mr Fankhauser di sebuah acara beberapa tahun yang lalu mengatakan 'dia tampak seperti pria yang baik'.

"Sedikit yang kita tahu bahwa dia dan yang lainnya menerima upah besar ini. Itu menjijikkan," keluhnya.

Para bos perusahaan Thomas Cook kemungkinan akan ditanyai oleh pemerintah menyusul desas-desus bahwa mereka menyedot jutaan dolar dari perusahaan penerbangan Britania Raya untuk menjaga anak perusahaan Jerman, Condor, mengapung berjam-jam sebelum jatuh.

Pemerintah telah melakukan penyelidikan atas runtuhnya Thomas Cook dan manajemennya.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: