Pantau Flash
Marcus/Kevin Perpanjang Rekor Buruk Jumpa Endo/Watanabe
10 Tempat Kerja Terbaik di Singapura, Google Nomor 1
Iwan Bule Sebut Penggawa Timnas U-22 Bisa Bela Tim Senior
Greys/Apri Gagal Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals 2019
Waskita Bantah Kabar di Medsos yang Sebut Tol Layang Japek Meliuk-liuk

Pantau Sorot: Efektifkah Manuver Prabowo-Sandi Raih Simpati 'Emak-emak' di Pilpres 2019?

Headline
Pantau Sorot: Efektifkah Manuver Prabowo-Sandi Raih Simpati 'Emak-emak' di Pilpres 2019? Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Berbagai macam cara dilakukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk berlomba-lomba menggaet simpati agar bisa sukses di Pilpres 2019. Salah satunya seperti pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga yang memfokuskan meraih simpati dari suara perempuan, yang istilahnya mereka sebut 'emak-emak'.

Namun pada perjalanannya, strategi ini ternyata tidak mulus begitu saja saat dipraktekkan di lapangan. ungkapan 'emak-emak' yang biasa mereka gaungkan, menuai kritik dari kubu lawan, yaitu relawan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf yang menamakan diri Relawan Perempuan Bravo-5 yang mendeklarasikan diri di Hotel Atlet Century, Jakarta pada Kamis, 8 November 2018.

Baca juga: Ini Program Sandiaga Untuk Partai 'Emak-Emak'

Ketua Bravo-5 Kartini Sjahrir selaku Ketua Bravo-5 mengatakan, bahwa konotasi emak-emak dinilai seolah-olah hanya meletakkan perempuan di ranah domestik, perempuan menurutnya hanya dijadikan sebagai objek.

"Kami tidak meletakkan 'emak-emak' di isu domestik saja. Kalau kubu sebelah mau menjadikan itu gimmick politik, terserah," ujar Kartini.

Lantas apa alasan kubu pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga memfokuskan kampanye dengan melibatkan perempuan dalam hal ini biasa disebut 'emak-emak' untuk bisa sukses di Pilpres 2019?


Klik Next...

Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: