Forgot Password Register

Headlines

Pantau Sorot: Tekad Marc Anthony Klok Jadi WNI

Pantau Sorot: Tekad Marc Anthony Klok Jadi WNI Marc Klok ingin menjadi warga negara Indonesia. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Memiliki skuad timnas yang diisi pemain hebat dan juga mental kuat bisa menjadi salah satu kunci sukses sebuah negara memajukan dunia sepakbola.

Adapun alternatif mengembangkan pemain yaitu dengan cara naturalisasi, yang seperti biasa dilakukan oleh negara-negara Eropa seperti Inggris, Italia dan Jerman.

Indonesia sendiri tak ingin ketinggalan, PSSI sudah melakukan cara ini sejak 1952 dengan memberikan hak kewarganegaraan kepada Van Der Vin. Kemudian diikuti oleh Christian Gonzalez pada 2010 hingga yang terbaru Otavio Dutra yang saat ini mengikuti TC timnas Indonesia di bawah asuhan Simon McMenemy.

Indonesia dianggap sebagai negara yang seksi, memiliki keindahan alam dan cuaca tropis. Ini membuat beberapa pemain luar ingin lebih lama tinggal di negeri Zamrud Khatulistiwa ini.

Baca Juga: Pantau Sorot: Demi 'Gengsi' Majukan Sepakbola Indonesia, Naturalisasi Jawabannya?

Seperti pemain PSM Makassar, Marc Anthony Klok yang merupakan kelahiran Amsterdam, Belanda, 20 April 1993. Klok saat ini tengah berupaya menjadi warga negara Indonesia. Maklum saja, ia memiliki darah Indonesia dari kakek buyutnya, Jan Ernst Karel Klok yang lahir di Kota Makassar pada 2 Juni 1630.

Ya, Klok merupakan pemain yang beroperasi di sektor gelandang. Ia tercatat pernah berkarir membela Jong FC Utrecht, Ross County, Cherno More, Oldham Athletic, dan Dundee. Kini bukan sebuah kebetulan kalau dirinya membela klub dari tanah kelahiran buyutnya yakni PSM Makassar.

"Saya sudah tanya semua orang, saya tunggu naturalisasi sekarang saya ada proses dan kita tunggu naturalisasi selesai. Saya mau main dengan Timnas Indonesia, saya cinta indonesia dan saya mau memberikan loyalitas saya dengan Indonesia," ujar Marc Klok.

Memiliki Keturunan Indonesia

Marc Klok ketika melakukan selebrasi. (Foto: Istimewa)

Mencintai Indonesia bukan tanpa alasan. Pemain yang memiliki postur tubuh 1,77 meter itu mengaku jatuh cinta ketika liburan pada 2013.

Di mana ia menilai orang Indonesia menyambutnya dengan baik, karena itu ia ingin sekali memberikan sumbangsih kepada negara leluhurnya.   

"Alasan utamanya yaitu karena saya suka negara ini. Sejak momen pertama kali saya tiba di Indonesia (2013) mereka sangat welcome. Saya masih muda, 25 tahun dan masih punya banyak waktu di negara ini. Jadi alasan utama saya untuk tetap berada di sini contohnya adalah bisa jadi role model buat pemain muda ketika saya mendapatkan pencapaian, pemain muda bisa lihat apa yang telah saya capai untuk negara dan mereka bisa mendapatkan pencapaian untuk mereka sendiri," paparnya.

Untuk proses naturalisasi Klok saat ini masih berjalan. Nantinya ia akan bertemu dengan beberapa orang kementerian seperti Menpora, Imam Nahrawi.

"Sekarang saya belum tahu, tapi hampir rampung. Mungkin ada satu atau dua dokumen lagi yang kurang. Saya gak bisa bilang apa dokumen itu," paparnya.

Kendati belum lama tinggal di Indonesia, Klok juga tengah belajar berbahasa Indonesia. Menurutnya, dialek Makassar lebih mudah dipahami ketimbang dirinya pergi ke Jakarta, dan ia selalu ingin terus belajar mengembangkan cara berkomunikasinya.

"Saya harus komunikasi dengan teman, pemain, pelatih, asisten pelatih dan orang lain tapi saya mau belajar yang cepat dan saya pergi ke universitas untuk belajar dan sekarnag saya bisa tanya dan mengerti tapi kalau tanya harus pelan-pelan. Ada banyak dialek, dan sekarang dialek Makassar mudah untuk saya dan orang Jakarta tanya saya itu harus pelan-pelan untuk dimengerti," tukasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More