Forgot Password Register

Headlines

Pantau Story: Cerita Veteran Perang Operasi Seroja, Kehilangan Tangan Demi Merah Putih

Pantau Story: Cerita Veteran Perang Operasi Seroja, Kehilangan Tangan Demi Merah Putih Ronny Muaya (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Anak pertamanya baru saja lahir ketika Kolonel Ronny Muaya harus rela kehilangan tiga perempat tangan kirinya akibat diamputasi. Tangannya membusuk karena terlambat mendapat pertolongan usai tertembak musuh saat Operasi Seroja tahun 1975-1976.

Operasi Seroja adalah invasi Indonesia ke Timor Timur untuk merebut Kota Dili dan sekitarnya dari cengkeraman Fretilin, gerakan pertahanan yang berjuang untuk kemerdekaan Timor Timur.

Peristiwa itu sempat membuat Ronny marah hingga berteriak-teriak kepada dokter untuk mengambil nyawanya. Tak terbayang bagaimana nasib karir militernya ketika itu, padahal usianya belum genap 30 tahun. 

Sadar tak mampu mengembalikan tangan kirinya yang telah diamputasi, Ronny teringat dengan anak istrinya. "Kalau saya terus larut pada kecacatan siapa yang mengurus anak istri saya? Maka saya harus tidak boleh larut dalam kekurangan. Saya harus move on," kata Ronny saat ditemui Pantau.com di Balai Veteran Kompleks Wisma Seroja, Bekasi Utara, Jawa Barat, Jumat (9/11/2018).

Ajaran ayahnya yang juga seorang tentara membuat Ronny sadar bahwa menjadi prajurit hanya memiliki dua pilihan dan harus menerima setiap risiko. 

"Prajurit harus siap membunuh atau dibunuh. Jadi terhadap risiko yang paling jelek kita harus siap. Saya tahu bahwa jadi tentara risikonya selamat, cacat, atau gugur. Udah siap itu. Hidup mati. Apalagi untuk negara," kata Ronny dengan intonasi tinggi.

Ronny menjadi anggota Batalion 502 Linud Kostrad berpangkat kapten yang ditugaskan sebagai komandan kompi.

Tanpa segan bahkan penuh bersemangat, Ronny bercerita kepada Pantau.com kenangan ketika dirinya menjadi komandan dalam operasi militer tersebut. 

Kolonel Ronny Muaya. (Foto: Istimewa)


Klik Next...

Share :
Komentar :

Terkait

Read More