Forgot Password Register

PBSI, Ada Apa dengan Rizki Amalia/Ni Ketut?

PBSI, Ada Apa dengan Rizki Amalia/Ni Ketut? Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi. (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, masih memutar otak mengenai performa anak asuhnya yang dinilai belum memuaskan. Dalam tiga turnamen terakhir yang diikuti tiga ganda putri belum sesuai dengan yang diharapkan jelang memasuki babak kualifikasi Olimpiade 2020, di New Zealand Open 2019 pada 30 April-5 Mei 2019.

Tiga kejuaraan yang menjadi patokan adalah India Open Super 500, Malaysia Open Super 750 dan Singapore Open Super 500. Di tiga kejuaraan tersebut, penampilan Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dinilai masih turun naik.

Di satu sisi, pelatih ganda putri PBSI Eng Hian, mengatakan bahwa ada plus minus mereka bisa saling mengalahkan, yang artinya, ada persaingan di dalamnya. Hanya saja, secara performa dan melihat hasil, dirinya melihat ketiga pasangan tersebut belum stabil. Terutama Greysia/Apriyani dan Ni Ketut/Rizki yang awalnya akan diproyeksikan untuk bisa menembus Olimpiade.

"Greysia/Apriyani hasilnya cukup bagus karena bisa mempertahankan gelar mereka di India Open 2019. Namun, sayangnya di pertandingan berikutnya Malaysia Open 2019, mereka justru kalah dari Rizki/Ketut. Sebaliknya, Rizki/Ketut tidak bisa berbicara banyak di India Open, setelah dikandaskan oleh Della/Tania. Padahal mereka lebih diunggulkan mengingat Tanis masih pemain muda dan ini pasangan baru," ujar pelatih yang akrab dipanggil Didi tersebut, dikutip dari Badminton Indonesia, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Langkah Gregoria Mariska Tunjung Terhenti di Singapore Open 2019

Koh Didi -sapaan akrab Eng Hian- menilai performa Rizki/Ketut pun dinilai tidak semakin membaik di kejuaraan terakhir, Singapore Open 2019. Karena mereka justru kalah telak 10-21, 6-21 di babak pertama atas pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai. Padahal di pertemuan sebelumnya, di Kejuaraan Beregu Campuran Asia Rizky/Ketut bisa menang mudah.

"Hasilnya belum sesuai yang diharapkan. Tapi per individu ada evaluasi plus minus yang masih harus dikaji lagi. Misalnya, kenapa Rizki-/Ketut bisa kalah dari Della/Tania, lalu kenapa juga Greysia/Apriyani kalah dari Rizki/Ketut. Kenapa di Singapura, Rizki/Ketut kalah telak sementara di Tong Yun Kai bisa menang. Ada faktor apa? kenapa masih naik turun performanya," tambahnya

Dari evaluasi sementara, kekurangan Greysia/Apriyani lebih kepada faktor teknik, sedangkan sebaliknya Rizki/Ketut dilihat lebih kepada non-teknis. Menurut Eng Hian, untuk faktor non-teknis dirinya menilai akan lebih sulit memperbaiki pemain yang tidak memiliki kemauan.

Untuk diketahui, Eng Hian mentargetkan anak asuhnya untuk bisa menembuskan dua ganda ke Olimpiade Tokyo 2020. Greysia/Apriyani hampir pasti menjadi ganda pertama yang dinominasikan, karena mereka yang memiliki peringkat dunia yang cukup stabil selama ini di peringkat lima dunia.

Sementara satu pasangan lagi, masih dipertimbangkan, karena awalnya pasangan Rizki/Ketut bisa banyak menambah poin, karena mereka ditarget untuk bisa mencapai peringkat 12 dunia sebelum penghitungan poin Olimpiade di Selandia Baru nanti. Secara grafik, peningkatan mereka cukup lumayan, dari urutan 46 dunia pada Maret lalu sebelum pelaksanaan All England 2019, kini Rizki/Ketut menempati posisi 18 dunia.

Namun, ternyata pencapaian mereka dinilai kurang memuaskan. Karena sejauh ini, selisih ranking Rizki/Ketut dengan Rizki/Della hanya terpaut dua level. Rizki/Della di peringkat 16 dunia saat ini per 9 April 2019. Penurunan rangking Rizki/Della sendiri tidak terlalu signifikan (hanya empat level) sejak Maret lalu, dimana mereka terakhir menempati 12 dunia.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More