Forgot Password Register

Pemerintah Gelontorkan Sejumlah Bantuan untuk Pemulihan Gempa Lombok

Pemerintah Gelontorkan Sejumlah Bantuan untuk Pemulihan Gempa Lombok Rumah rusak akibat gempa Lombok (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)

Pantau.com - Pemerintah bersiap melakukan pemulihan pasca gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menteri Sosial, Idrus Marham mengatakan pihaknya sudah meminta agar bupati menginventarisir dua hal, yakni rumah dan anggota keluarga. Idrus mengatakan pemerintah akan memberikan jaminan atas dua hal tersebut.

"Dalam rangka pemulihan setelah tanggap darurat, kami sudah minta ke Pak Bupati untuk inventarisasi dua hal; rumah dan anggota keluarga masing-masing karena untuk kami berikan jaminan hidup," ujarnya saat ditemui usai pembukaan rapat koordinasi PKH dan Penurunan Angka Kemiskinan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).

Baca juga: Diguncang Gempa Susulan, Pegawai Pemkot Mataram Panik Berhamburan Keluar

Ia menjelaskan, biasanya jaminan hidup diberikan selama tiga bulan ke depan. Pihaknya memastikan setiap orang diberikan Rp10 ribu per hari untuk jaminan hidup.

"Setiap jiwa kami berikan Rp10 ribu. Kalau ada 10 orang dalam keluarga, maka kami berikan Rp100 ribu per hari," katanya.

Sementara untuk rumah, Idrus mengatakan Presiden Jokowi telah mengambil kebijakan saat gempa pertama 29 Juli 2018 bahwa untuk rehabilitasi rumah diberikan bantuan mulai dari Rp10 juta hingga Rp50 juta.

"Ke depan, masalah rumah, Presiden Jokowi pada 29 Juli 2018, pada saat gempa pertama, Presiden ambil kebijakan penting bahwa dalam rangka rehabilitasi rumah, pembangunan rumah, Presiden berikan bantuan antara Rp10-50 juta untuk rehabilitasi rumah," ungkapnya.

"Ini saja bencana kita berikan bantuan perbaikan rumah, berapapun (jumlah) rumahnya 1000, 2000, 3000 kita bantu," imbuhnya.

Baca juga: Pasca Gempa 7 SR, Mataram Bentuk Tim Investigasi Gedung Sekolah

Pihaknya menilai apa yang dilakukan pemerintah sudah tuntas mulai dari tanggap darurat, pemulihan hingga rekonstruksi pemulihan rumah. 

"Ini semua sudah, sehingga tugas gubernur dan bupati untuk inventaris rumah dan anggota keluarga, sehingga bantuan bisa diberikan. Ini akan selesai semua. Kami tidak hanya pinggir tanggap darurat, tapi sampai ke depan," ungkapnya. 

Sebelumnya ia juga mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan kepada ahli waris dari korban meninggal sebesar Rp15 juta. 

"Bantuan kepada yang meninggal juga kami berikan. Informasi terakhir yang saya dapatkan dari satgas, ada 143 orang yang meninggal. Kepada keluarga yang meninggal ini, kami pastikan beri santunan kepada ahli waris, masing-masing Rp15 juta," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More