Pantau Flash
Pelabuhan Merak-Bakauheni Titik Krusial Mudik Natal dan Tahun Baru 2020
Saut Situmorang: Korupsi Bikin Kiamat Suatu Negara
3 Wakil Indonesia Berebut Medali Emas Bulutangkis SEA Games 2019
43 Orang Tewas Setelah Si Jago Merah Lalap Gedung 6 Lantai
Zulkifli Hasan: Jualan Surga dan Negara Sudah Tidak Laku di Pilpres

Pengamat Pertanyakan Larangan Otopet Listrik Meluncur di Trotoar dan JPO

Pengamat Pertanyakan Larangan Otopet Listrik Meluncur di Trotoar dan JPO Otopet listrik (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pantau.com - Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang mempertanyakan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melarang otopet listrik digunakan di atas trotoar atau di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

"Susah juga kalau di trotoar dilarang lalu berjalan di jalanan berbahaya, jadi harus di mana jalannya, sementara jalur sepeda belum siap dari keamanannya juga," kata Deddy saat dihubungi di Jakarta, Kamis (15/11/2019).

Baca juga: Mulai Desember 2019 Otopet Hanya Boleh Digunakan di Jalur Sepeda

Menurut Deddy, otopet listrik seharusnya memang diperbolehkan berjalan di atas trotoar dan boleh melintasi JPO namun harus dengan kecepatan tertentu.

Tapi masalahnya, otopet ini belum ada regulasinya, sementara kalau di trotoar, otopet terlalu cepat.

"Idealnya kecepatan maksimal adalah 10-15 km per jam, kalau sekarang bisa mencapai 30 km per jam ini berbahaya, tapi kalau skuter ini berjalan di jalan raya sama saja bunuh diri," katanya.

"Karena itu, idealnya skuter listrik ini tetap diizinkan jalan di atas trotoar," katanya.

Deddy meminta penegakan aturan yang konsisten serta menyarankan pemprov untuk membangun infrastruktur yang kuat.

"Harusnya konsisten dong penegakan aturan, kenapa motor, PKL gak ditindak di trotoar? Padahal skuter listrik kan sebetulnya bobotnya ringan," katanya.

Baca juga: YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik

"Coba bandingkan dengan motor, roda kaki lima dan bahkan kursi roda. Misalnya alasannya karena rusak, ya harus dipikirkan bahan infrastruktur yang kuat dong itu PR-nya," kata Deddy.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan mengatur lokasi penggunaan otopet listrik yakni di jalur-jalur sepeda.

Kemudian juga mengatur waktu operasional jasa penyewaan skuter listrik Grabwheels antara pukul 05.00 WIB hingga 23.00 WIB. Pemprov melarang penggunaannya di trotoar dan JPO dengan alasan dapat merusak fasilitas tersebut.

Aturan tersebut juga menyusul adanya dua korban meninggal dalam kecelakaan tabrakan antara mobil dan otopet listrik di FX Sudirman beberapa hari lalu.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: