Pantau Flash
Penyitaan Narkoba Terbesar di Malaysia: 3,7 Ton Senilai USD161 Juta
Sebelum Ada BBM 1 Harga, Premium di Nusa Ceningan Bali Rp10.000 per Liter
Dirut BPJS Kesehatan Bicara Soal Iuran: Kita Menyesuaikan dengan Hitungan
Jembatan George Washington Ditutup Setelah Ada Ancaman Bom
BMKG Sebut Ada 151 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat

Perampokan Bos SPBU, Tersangka Telah Rencanakan Aksinya

Perampokan Bos SPBU, Tersangka Telah Rencanakan Aksinya Tersangka perampokan bos SPBU. (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia Pramana)

Pantau.com - Tersangka perampokan terhadap bos SPBU, yakni S disebut telah merencanakan segala aksinya. Bahkan, tersangka telah mempersiapakan batang besi untuk memukul korban.

Baca juga: Perampok Bos SPBU Gasak Uang Sebesar Rp 70 Juta

Perisapan atau perencanaan itu lantaran tersangka telah mengetahui rutinitas aktivitas dari majikannya itu. Sebab, penyetoran uang hasil penjulan selalu dilakukan antara pukul 20.00 hingga 21.00 WIB.

"Tersangka sudah mengetahui korban setiap hari menerima setoran hasil penjualan BBM yang penerimaannya dirumahnya," kata Wadir Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary di Polda Metero Jaya, Sabtu (18/5/2019). 

Terkait dengan batang besi yang digunakan tersangka, sambung Ade, senjata itu sebelumnya disembunyikan terlebih dahulu di rumah korban.

"Sebelumnya tersangka menempatkan sebatang besi disela tiang di rumah korban," ucap Ade.

Bahkan, sebelum beraksi tersangka juga sempat memotong kabel kamera pengawas CCTV yang terpasang di rumah bos SPBU itu.

Hal itu dilakukannya pada saat kembali ke rumah majikannya sekitar pukul 20.30 WIB atau beberapa jam sebelum beraksi.

"Sebelum beraksi kamera CCTV sudah di potong sama tersangka," cetus Ade.

Diberitakan sebelumnya, Bos Stasisun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Hartono Sugimin menjadi korban perampokan. Alhasil, uang senilai Rp 70 juta hasil penjualan raib digasak para pelaku.

Baca juga: Perampokan Bos SPBU, Sopir Pribadi Dijadikan Tersangka

Aksi perampokan itu terjadi di keriaman Hartono yang berada di Jalan Hang Tuah Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 16 Mei 2019.

Bahkan akibat hal itu, Hartono mengalami luka-luka disekujur tubuhnya. Mulai dari bagian kuping sebelah kanan dan kepala bagian belakang benjol.

Selain itu, akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan diancam hukum penjara 9 tahun.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional