Forgot Password Register

Perancang Busana Ini Sebut Desainer Harus Bisa Olah Kain Daerah

Perancang Busana Ini Sebut Desainer Harus Bisa Olah Kain Daerah Hian Tjen. (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Menjadi seorang desainer memang tidak mudah, memerlukan keahlian bahkan tekad, dan bakat. Tapi siapa sangka menjadi desainer sesungguhnya adalah orang yang mampu mengolah kain daerah.

"Kalau kamu bisa diterima dan bisa ngolah itu suatu hal yang bagus. Semua desainer bisa bikin baju dari bahan polos, gampang. Bahan daerah elu bisa ngolah, elu itu 'amat desainer'," ujar Desainer Hian Tjen dalam acara 'Fashion Nation 13th Edition In Vogue di Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

Mengolah kain daerah yang bagi Hian Tjen bukan lah hal baru. Kain dalam negeri seperti batik, tenun, suku baduy, hingga dayak sudah pernah dirajutnya. Termasuk kain daerah di luar negeri sekalipun. Yang baru-baru ini ia terapkan karyanya berasal dari kain Peru, Amerika Selatan, milik pedalaman suku Inca.

"Peru kayak gini tebal, berat, 'jatuh'. Enggak semua orang bisa bikin gimana bajunya itu, karena motifnya bisa matching. Semua komposisinya sama, karena potongan kainnya kecil-kecil. Kalau bikin baju ya itu, lebih susah. Enggak segampang bikin bahan polos, lu mau cutting mau apa gampang. Kalau kain daerah itu sulit setengah mati," ungkapnya.

Baca juga: Unik, Desainer Indonesia Ini Padukan Batik dan Transformers

Tak hanya kain, beraneka kegiatan, kehidupan masyarakat yang berbatasan dengan hutan dan sungai Amazon juga diterapkan Hian ke dalam 24 karyanya yang diperagakan di catwalk Senayan City Atrium Lantai 1. Termasuk motif binatang, lukisan, hingga aksesoris topi yang dikenakan.

"Topi itu, kamu coba search di Google segala macam ,Peru itu mereka semua pakai itu (topi). Segala macam dibikin topi dari pampas. Tapi aku bikin topi dari tali rafia," ungkapnya.

Untuk bahan dari suku Inca, Hian mengambil bahan yang terbuat dari suku Liama dan Alpaka, hewan khas Amerika Selatan yang berbulu tebal, yang biasanya dibuat untuk menghangatkan karena cuaca di sana cukup dingin.

"Bulu Alpaka itu kayak camel, tapi dia berbulu banyak. Jadi itu serat alamnya buat mereka di suhu dingin, itu kan hangat," imbuhnya.

Baca juga: Lama Tak Terlihat, Tities Saputra 'Banting Stir' Jadi 'Fashion Desainer'

Jika biasanya dengan bahan itu dibuat ponco dan jaket, karya Hian yang diakuinya cukup sulit ini akan dibuat versi dress dan gaun-gaun beraneka ragam dengan warna yang cocok dipakai dalam acara pesta dan perayaan.

"Ini lebih ke fashion life sih, acara kayak party atau apa. (Targetnya) middle-high (menengah ke atas)," tutupnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More