Forgot Password Register

Polisi Korban Bom Surabaya Terancam Kehilangan Mata

Polisi Korban Bom Surabaya Terancam Kehilangan Mata Bom Surabaya. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Pantau.com - Dua anggota polisi, Aiptu Junaedi dan Bripda Ahmad Nurhadi yang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria, Ngagel, Surabaya, 13 Mei 2018, masih menjalani perawatan di rumah sakit. Keduanya mengalami luka di bagian mata dan kehilangan sebagian penglihatannya. 

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Pratomo Satriawan mengatakan, Aiptu Junaedi yang dirawat di RS Bhayangkara juga mengalami patah kaki dan baru selesai dioperasi. 

"Junaedi matanya belum bisa lihat, kakinya yang patah baru selesai dioperasi belum sembuh. Tapi sudah bisa bicara," kata Pratomo saat mengunjungi RS Bhayangkara, Surabaya, Selasa (15/5/2018). 

Baca juga: Kronologi Ledakan Bom di Polrestabes Surabaya

Sementara itu kondisi Bripda Ahmad Nurhadi saat dirawat di RS dr Soetomo lebih memprihatinkan. Saat melakukan konferensi pers di kantornya, Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin menuturkan Ahmad juga kehilangan satu matanya.

"Mudah-mudahan sebagian matanya masih bisa berfungsi. Sekarang masih menjalani operasi," kata Machfud di ruang media center Polda Jawa Timur, Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Guna mengapresiasi keberanian keduanya, Machfud memastikan kedua anggotanya itu telah mendapat kenaikan pangkat. Sementara empat polisi lain yang juga menjadi korban dari ledakan di Polrestabes Surabaya masih dalam proses pengajuan kenaikan pangkat ke Polri. 

Baca juga: Sebelum Ledakan Diri, Ini Pesan Bomber Polrestabes Surabaya ke Tetangga

Share :
Komentar :

Terkait

Read More