Forgot Password Register

Headlines

Sebelum Ledakkan Diri, Ini Pesan Bomber Polrestabes Surabaya ke Tetangga

Kasida, Penjual Galon dekat rumah pelaku (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi) Kasida, Penjual Galon dekat rumah pelaku (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Seorang tetangga yang juga penjual air isi ulang sempat mendatangi dan mengobrol bersama Tri Murtiono kepala keluarga pelaku teror sebelum meledakkan diri di Mapolresta Surabaya.

"Saya jam 06.00 WIB nganter galon isi ulang ke rumah itu, dan yang terima bapaknya," ujar Kasida (54) di Jalan Medokan Ayu Raya 6, Rungkut, Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Dalam obrolannya, Kasida juga mengaku sempat diceramahi Tri Murtiono tentang persoalan agama, dan menyampaikan pesan hidup agar berpasrah kepada sang pencipta.

"'Hidup ini jalani saja apa adanya, serahkan semuanya pada Allah gitu katanya," tutur Kasida mempraktikkan cara berbicara Tri Murtiono.

Baca juga: Polri Waspadai Kebangkitan Jaringan JAD Pasca Serangan Bom di Jatim

Kasida mengaku sempat berbincang bersama Tri selama kurang lebih 30 menit sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 06.30 WIB. 

Berawal dari rasa penasaran Kasida lantaran Tri bersikap aneh tidak seperti warga lainnya, seperti ada yang di sembunyikan.

"Kayaknya orangnya aneh, katanya pengusaha etalase tapi barangnya cuma segitu, enggak ada workshopnya, enggak sesuai background pekerjaan, jarang ngobrol sama tentangga, terlalu lembut sama orang kalau bicara," ujarnya.

Bapak empat orang anak itu juga sempat menelusuri kepada pengurus masjid dan menanyakan perihal pernahkah Tri ke masjid.

"Saya sampe nanyain ke yang tukang adzan, ternyata dia enggak pernah ke masjid," imbuhnya.

Baca juga: Polisi: Sembilan Terduga Teroris Ditangkap Hidup, Empat Tewas

Pria berusia 54 tahun itu kemudian menjelaskan, Tri mengaku kepadanya telah mengontrak rumah selama 3 bulan di area rumahnya, dan sering membeli galon ke tempatnya, namun belakangan Kasida diminta mengantar galon langsung ke rumah Tri.

Sebanyak dua kali, Kasida mengantar langsung ke rumah Tri, pertama di pekan sebelumnya diterima langsung oleh anak sulung Tri yang duduk di kelas 3 SMA, dan terakhir pada Senin, 14 Mei 2018 tepat beberapa jam sebelum meledakkan diri, Kasida kembali mengantar air dan diterima langsung oleh Tri yang saat itu mengenakan baju putih.

"Jam setengah 7, dia pamit mau berangkat kerja, sudah telat katanya," tutur Kasida. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More