Pantau Flash
Sri Mulyani Klaim Kenaikan Cukai Rokok untuk Sebuah Keseimbangan
Jojo Terhenti di Babak Pertama China Open 2019
Donald Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Jepang
Setelah Presiden World Bank, Kali Ini Presiden ADB Mengundurkan Diri
Ledakan Bom Tewaskan 24 Orang Dekat Kampanye Presiden Afghanistan Ashraf

Prabowo Belum Beri Selamat ke Jokowi, Ini Kata Politikus Gerindra

Headline
Prabowo Belum Beri Selamat ke Jokowi, Ini Kata Politikus Gerindra Prabowo saat berpidato di Kertanegara (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Politikus Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko menilai pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut menghargai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bermakna luas, termasuk makna menerima dan mengucapkan selamat.

"Pernyataan Pak Prabowo yang mengatakan menghormati putusan MK, itu hanya pilihan kata. Itu style Pak Prabowo, yang lebih untuk menaungi seluruh pendukungnya," kata Hendarsam Marantoko pada diskusi "Peta Politik Pasca-putusan MK" yang diselenggarakan sebuah radio swasta, di Jakarta, Sabtu (29/6/2019).

Baca juga: Pengamat: Rekonsiliasi Cara Akhiri Polemik Pasca Putusan MK

Menurut Hendarsam, pernyataan Prabowo yang menyebut menghormati putusan MK, juga terkandung bermakna dapat menerima hasil pemilu serta mengucapkan selamat kepada Jokowi sebagai presiden terpilih.

Ketika ditanya, kenapa pada saat Prabowo menyampaikan pernyataan menghormati putusan MK, tidak sekaligus mengucapkan selamat secara eksplisit kepada Jokowi, Hendarsam menilai waktu masih panjang hingga Oktober sebelum pelantikan.

"Jangan memaksa-maksa Pak Prabowo. Karena itulah gaya Pak Prabowo. Namun, tidak perlu khawatir, karena waktunya masih lama hingga Oktober mendatang," katanya menegaskan.

Soal langkah hukum, menurut Hendarsam, Partai Gerindra memiliki sikap bahwa gugatan ke MK adalah langkah hukum terakhir, karena putusan MK bersifat final dan mengikat.

Baca juga: Fahri Hamzah Nilai Pentingnya Rekonsiliasi antara Jokowi-Prabowo

Kalau ada wacana yang menyebut Prabowo-Sandiaga akan membawa perselisihan pemilu ke Mahkamah Internasional, menurut Hendarsam, Gerindra tidak akan melangkah ke sana. "Gugatan MK adalah upaya hukum terakhir," katanya.

Namun, Hendarsam menambahkan, tim hukum menjadi fondasi dan memberikan pertimbingan berpikir bagi Prabowo Subianto. "Ketika Pak Prabowo memutuskan menyampaikan permohonan gugatan ke MK, pertimbangannya dari tim hukum," katanya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: