Forgot Password Register

Prabowo Marah Besar Pasca Waketum Gerindra Hina AHY

Ketum Gerindra Prabowo Subianto (Foto: Facebook/Prabowo Subianto) Ketum Gerindra Prabowo Subianto (Foto: Facebook/Prabowo Subianto)

Pantau.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mendapatkan teguran keras dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto atas perbuatannya yang dinilai telah menghina Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY sempat disebut tak pantas mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono mengatakan, teguran itu disampaikan Prabowo melalui surat. Menurutnya, mantan Danjensus Kopasuss itu merasa geram dengan kadernya itu karena dinilai telah menghina AHY.

"Pak PS (Prabowo Subianto) marah karena Arief menghina AHY," ucap Sugiono kepada wartawan, Senin (23/7/2018).

Lebih lanjut, Sugiono pun menunjukan teguran Prabowo yang tertuang dalam surat kepada Arif Poyuono. Dalam tegurannya, Prabowo menyayangkan sikap Arief, padahal partai Gerindra saat ini tengah gencar melakukan koalisi dengan partai Demokrat.

Baca juga: Dari Segi Kegantengan Prabowo Merasa Cocok dengan AHY, Kode Koalisi?

Dia pun menganggap AHY merupakan sosok yang memiliki kemampuan mumluni di TNI. Dia pun memerintahkan kadernya itu untuk memberikan pernyataan terbuka.

Berikut isi surat lengkap yang diungkapkan oleh Prabowo Subianto kepada Arief Puyono: "Saudara Arief Puyono saya sangat menyesal mendegar anda membuat komentar tentang rencana kita berkoalisi dengan partai Demokrat.

Pernyataan tersebut diluar wewenang anda dan sangat tidak memiliki dasar. Dalam Rakornis pertanggal 11 April 2018, sudah saya katakan bahwa bagi partai Gerindra dalam politik demi kepentingan yang lebih besar dan kepentingan negara tidak ada yang tidak mungkin.

Saya tidak menganggap saudara AHY seorang anak kecil, pengalaman beliau selama di TNI dan juga sekolah beliau di dalam dan luar negeri menunjukan beliau memiliki kapabilitas. Apapun yang terjadi kedepan ini jauh di luar wewenang anda karena sudah saya tegaskan beberapa kali, bahwa setiap pejabat hanya boleh berbicara di bidangnya masing-masing.

Baca juga: Mengintip Momen Mesra Prabowo dan AHY Saat Jenguk SBY

Masalah politik hanya satu pintu yaitu Ketua Dewan Pembina atau yang di tunjuk langsung oleh Ketua Dewan Pembina dan pada umumnya yang sering ditunjuk langsung adalah Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.

Ini merupakan teguran, saya berharap anda dapat membuat statemen keterangan pers untuk mencabut pernyataan anda dan juga menyampaikan permohonan maaf kepada partai Demokrat.

Saya minta anda juga berkonsultasi dengan Sekjen Partai Gerindra tentang hal ini, saya kira perlu ada pelurusan karena kita dalam tahap-tahap yang sangat penting dalam menyusun rencana-rencana penyelamatan bangsa Indonesia.

Sekali lagi saya berharap kepatuhan dan loyalitas anda jika anda memang setia kepada partai Gerindra,"

Share :
Komentar :

Terkait

Read More