Forgot Password Register

Headlines

Rekam Jejak Irwandi Yusuf, dari GAM ke Gubernur Aceh hingga Terciduk KPK

Irwandi Yusuf (Foto: Antara/Irwansyah Putra) Irwandi Yusuf (Foto: Antara/Irwansyah Putra)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa malam, 3 Juli  2018. Kali ini giliran Bumi Serabi Mekah atau Aceh yang menjadi sasaran KPK. Tak tanggung-tanggung, 10 orang berhasil diamankan dalam operasi kali ini. Dua di antaranya merupakan kepala daerah, serta 8 orang lainnya merupakan  pihak non-PNS. 

Dua orang kepala daerah itu adalah Bupati Bener Meriah Ahmadi serta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang Rp500 juta. Uang itu diduga sebagai fee terkait dana otonomi khusus Aceh 2018.

Baca juga: Gubernur Aceh Terjaring OTT KPK

Tertangkapnya Irwandi oleh lembaga antirasuah itu cukup menyita perhatian publik, khususnya para pejabat di lingkungan pemerintahan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Pasalnya, Irwandi yang dilantik menjadi gubernur pada 5 Juli 2017 ini, merupakan salah satu kepala daerah yang cukup lantang mengampanyekan gerakan menolak fee atau lebih dikenal “hana fee”.

Di beberapa kesempatan kunjungan kerja, master lulusan Oregon State University ini kerap menyuarakan penolakannya terhadap hal yang biasa disebut uang terima kasih.

Karier politik Irwandi pun tidak bisa disebut biasa-biasa saja. Lelaki kelahiran Bireun, 2 Agustus 1960 ini, sempat menyandang status Kepala Staf Komando Tentara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 1998 hingga 2001. Ia juga sempat dipercaya menjadi juru runding GAM dalam Aceh Monitoring Mission 2000-2001. Hingga akhirnya pada tahun 2003, ia ditangkap oleh pasukan TNI dan dijatuhi hukuman 9 tahun penjara dengan tuduhan makar.

Tragedi Tsunami 2004 yang melanda Aceh, menjadi berkah tersendiri baginya. Irwandi berhasil melarikan diri dari penjara Keudah, Banda Aceh untuk kemudian pergi ke Swedia, menemui pimpinan GAM Hasan Tiro.

Baca juga: Tiba di KPK, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Tebar Senyum

Irwandi pulang ke Aceh setelah pemerintah RI dan GAM mencapai kesepakatan damai pada tanggal 15 Agutus 2005.

Di sinilah titik balik karier politik seorang Irwandi Yusuf. Meskipun pernah menjadi bagian dari gerakan makar, Irwandi secara mengejutkan mampu merebut kursi Gubernur Aceh untuk periode 2007-2012. Namun ambisinya untuk merebut kembali kursi Aceh 1, untuk dua periode gagal setelah kalah dari Zaini Abdullah pada 2012.

Pada tahun 2017, Irwandi berhasil membalas kekalahannya dan dinobatkan menjadi Gubernur Aceh dengan dukungan dari Parti Demokrat, PDIP, PKB, dan Partai Nasional Aceh (PNA).

Hampir satu tahun menikmati status Gubernur Aceh untuk kedua kalinya, Irwandi harus dihadapkan pada kenyataan pahit lantaran terjaring OTT yang dilakukan oleh KPK. Saat ini Irwandi tengah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, di Kawasan Kuningan, Jakarta. Penyidik memiliki waktu 1x24 jam untuk melakukan pemeriksaan untuk kemudian mengumumkan status hukum mereka sebagai tersangka atau baru sebatas saksi.


Rekam Jejak Irwandi Yusuf (Grafis: Pantau.com/Fery Heryadi)

Share :
Komentar :

Terkait

Read More