Pantau Flash
Cabor Menembak Sempat Terkendala Pajak Impor Peluru
Menko PMK Perkirakan 10 Juta Orang Butuh Kartu Pra Kerja
Safawi Rasid Dicoret dari Timnas U-22 Malaysia
LRT Beroperasi Komersil Mulai 1 Desember dengan Tarif Rp5000
Iwan Bule Lepas Timnas U-22 Indonesia ke SEA Games 2019

Senator AS ke Jeff Bezos: Apakah Produk Pilihan Amazon Menipu Konsumen?

Headline
Senator AS ke Jeff Bezos: Apakah Produk Pilihan Amazon Menipu Konsumen? Gerai Amazon (Foto: Getty Image)

Pantau.com - Dua senator AS bertanya kepada Chief Executive Amazon.com Inc Jeff Bezos tentang jaminan  “Amazon's Choice” pada produk tertentu. 

Apakah merek tersebut menipu konsumen untuk membeli produk dengan kualitas lebih rendah.

"Kami prihatin bahwa lencana tersebut diberikan secara sewenang-wenang, atau lebih buruk, berdasarkan ulasan produk yang curang," kata Senator Demokrat Bob Menendez dan Richard Blumenthal dalam suratnya kepada Bezos.

Tanda "Pilihan Amazon" adalah lencana kecil yang muncul di sebelah item tertentu, mirip dengan tanda "Penjual Terbaik".

Baca juga: Jauh Sebelum Adanya ATM dan Bitcoin, Ini Fakta Terbentuknya Uang

Pada tahun 2015 Amazon memblokir perusahaan yang menulis ulasan palsu dan kemudian menjualnya ke pengecer di situs yang ingin meningkatkan penjualan produk mereka.

Para senator mengatakan kurangnya informasi tentang bagaimana Amazon menentukan produk mana yang menerima lencana telah membuat mereka mempertanyakan apakah Amazon menggunakannya untuk "mempromosikan produknya sendiri atas produk pesaing, yang berpotensi merugikan penjual yang lebih kecil di platform."

Amazon tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Baca juga:  Datang Gunakan Mobil, Ini Pengakuan Pendaftar Rumah Dp0 Rupiah

Para senator meminta "penjelasan terperinci tentang proses" yang digunakan Amazon untuk menentukan produk mana yang dianggap sebagai Pilihan Amazon dan jika pengecer menggunakan algoritma untuk melakukannya. Mereka juga bertanya apakah karyawan Amazon secara pribadi meninjau produk untuk "memastikan mereka memenuhi ambang batas kualitas tertentu."

Amazon telah dikritik karena kekuatannya atas penjual pihak ketiga di situsnya, yang harus membayar iklan untuk bersaing dengan pihak pertama dan penjualan label pribadi oleh merek Amazon sendiri.

Departemen Kehakiman AS mengumumkan pada bulan Juli bahwa mereka sedang menyelidiki apakah perusahaan teknologi besar, termasuk "beberapa layanan ritel online" terlibat dalam praktik anti persaingan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: