Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Siti Aisyah Usai Bebas: Saya Perlu Istirahat, Jauh dari Sorotan Media

Siti Aisyah Usai Bebas: Saya Perlu Istirahat, Jauh dari Sorotan Media Siti Aisyah menjawab pertanyaan sejumlah media di Kantor Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. (Foto: Antara/Yashinta Difa)

Pantau.com - Siti Aisyah ingin segera pulang ke kampung halamannya di Serang, Banten, dan istirahat setelah terbebas dari ancaman hukuman mati di Malaysia.

Siti yang didakwa terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Pemimpin Tinggi Korea Utara Kim Jong-un, mengaku lelah setelah menjalani proses hukum di Malaysia.

“Mungkin saya perlu istirahat, jauh dari sorotan media-media. Ingin bersama keluarga dulu mencari suasana yang tenang,” kata Siti saat ditemui sejumlah media di Kantor Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Jaksa Agung: Pembebasan Aisyah Merupakan Kerja Bersama

Setelah dinyatakan bebas oleh hakim Pengadilan Tinggi Shah Alam, Kuala Lumpur, dan pulang ke tanah air pada Senin (11 Maret 2019), Siti terus menjadi sorotan media.

Siti Aisyah tidak menyangka bisa terbebas dari ancaman hukuman mati yang didakwakan padanya atas pembunuhan Kim Jong-nam, 13 Februari 2017. Rasa bahagia dan tidak percaya itu bahkan membuat Siti sulit tidur.

“Mungkin baru bisa tidur setengah jam. Rasanya masih belum terasa nyata, masih kaget,” kata dia.

Karena kasus yang menjeratnya, Siti ditahan selama dua tahun 23 hari di penjara Malaysia dan telah menjalani 66 kali persidangan sebelum akhirnya dinyatakan bebas.

Baca juga: Presiden Joko Widodo Terima Kedatangan Siti Aisyah di Istana Merdeka

Selama berada di dalam penjara, Siti ditempatkan di sel khusus yang ia huni seorang diri, terpisah dari tahanan yang lain. Namun, ia menjelaskan bahwa otoritas hukum Malaysia selalu memperlakukannya dengan baik.

“Pihak KBRI juga selalu memberi dukungan, begitu pula keluarga. Itu yang memberi saya semangat dan kuat sampai saat ini,” kata Siti.

Setelah bebas, perempuan berusia 27 tahun itu belum memikirkan rencana ke depan. Siti hanya ingin segera pulang ke Serang untuk berkumpul dengan keluarga dan putra semata wayang yang telah lama terpisah dengannya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: