Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Jaksa Agung: Pembebasan Aisyah Merupakan Kerja Bersama

Jaksa Agung: Pembebasan Aisyah Merupakan Kerja Bersama Jaksa Agung HM Prasetyo (Foto: Antara/ Muhammad Adimaja)

Pantau.com - Jaksa Agung RI HM Prasetyo menyebut pembebasan TKI asal Banten Siti Aisyah dari jerat hukum di Malaysia merupakan kerja bersama semua pihak terkait.

"Berkenaaan dengan masalah proses hukum perkara Siti Aisyah di Malaysia kalau pun sekarang ini dibebaskan oleh peradilan Malaysia dengan dicabutnya tuntutan dari jaksa Malaysia adalah merupakan kerja bersama," tutur HM Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Siti Aisyah Bebas, Jokowi: Itu Proses yang Panjang

Prasetyo mengatakan selama proses persidangan berlangsung, secara intensif Kejaksaan Agung RI diminta oleh Kementerian Luar Negeri untuk mendampingi dan mengasistensi pengacara Malaysia yang menjadi penasihat hukum Siti Aisyah selama persidangan.

Beberapa kali Prasetyo pun sempat membicarakan kasus Siti Aisyah secara khusus dengan Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas. Selain itu, HM Prasetyo juga juga berbicara dan mendiskusikan secara khusus dengan Ketua Civil Court Malaysia saat bertemu di Singapura.

"Syukur alhamdulillah saat ini hasilnya sangat mengembirakan karena Siti Aisyah terbebas dari jerat hukum dengan ancaman hukuman berat di Malaysia" tutur HM Prasetyo.

Baca juga: Infografis Perjalanan Siti Aisyah hingga Terbebas dari Hukuman Mati

Siti Aisyah, WNI yang disangka sebagai pembunuh kakak tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam, tiba di Indonesia pada Senin, 11 Maret 2019.

Siti Aisyah dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Malaysia dari dakwaan pembunuhan kakak tiri Pemimpin Tinggi Korea Utara Kim Jong Un, Kom Jong Nam pada 13 Februari 2017. Pembebasan itu berstatus bebas tidak murni dengan syarat jika ditemukan bukti baru yang memberatkan maka Siti dapat didakwa kembali.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: