Pantau Flash
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet
Efek Aksi Demo, Pemesanan Tiket Pesawat ke Hong Kong Turun 20 Persen

Sorry Gengs, AirAsia Tak Masuk List Maskapai yang Didiskon

Headline
Sorry Gengs, AirAsia Tak Masuk List Maskapai yang Didiskon Maskapai penerbangan Airasia (Foto: Reuters)

Pantau.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan maskapai AirAsia tidak dilibatkan dalam skema penurunan harga tiket sebab dianggap sudah cukup murah. 

Seperti diketahui sebelumnya, Lion Air dan Citilink telah diminta menurunkan tarifnya sebesar 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA). Namun harga tiket AirAsia justru sudah sudah dibawah 50 persen TBA sehingga justru diimbau tak mengikuti harga 50 persen dari TBA. 

"Dia memang klaimnya tidak sebanyak Citilink maupun Lion. Tapi dia itu sudah dibawah 50 persen. Jadi ngga ada gunanya diikutkan dia," ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (8/7/2019).

Baca juga: Hore! Tarif Diskon untuk 208 Penerbangan Murah Berlaku Kamis 11 Juli 2019

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan agar AirAsia tetap mengikuti aturan tarif sesuai yang ditentukan sebelumnya. 

"Iya, kita cuma bilang jangan mentokan ke 50 loh. Karena ini udah di bawah itu. Nanti gara-gara itu jangan kemudian, aku mau ambil itu 50 aja sekarang. Kita sudah ingatkan itu. Tidak bisa," ungkapnya.

Baca juga: Boeing Loyo, Sukhoi Malah Rencanakan Produksi 200 Pesawat

Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah kembali menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait evaluasi penurunan tarif maskapai penerbangan. Hasil rapat tersebut menetapkan jumlah 11.626 seat dari 208 flight maskpai LCC Citylink dan Lion Air.   

Seperti telah disepakati sebelumnya, diskon yang diberikan untuk rute domestik tertentu sebesar 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) untuk 30 persen dari total kapasitas pesawat. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: