Pantau Flash
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya
Putin Perintahkan Kemhan Rusia Balas Uji Coba Peluru Kendali AS
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia

Survei CRC: Jokowi Kuasai Suara Millennials, Pemilih Berpendidikan Tinggi Condong ke Prabowo

Headline
Survei CRC: Jokowi Kuasai Suara Millennials, Pemilih Berpendidikan Tinggi Condong ke Prabowo Ilustrasi Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi (Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin disebut unggul dalam pemilih generasi milenial. Survei Celebes Research Center (CRC) sebanyak 51,9 persen pemilih milenial memilih Paslon nomor urut 01 itu.

Direktur CRC Herman Heizer mengatakan angka itu unggul jauh dari Paslon oposisi Prabowo Subianto.

"Paslon Jokowi-Ma'ruf unggul dari pemilih milenial sebanyak 51,9 persen. Sementara paslon Prabowo-Sandi, 37,1 persen," kata Herman dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019). 

Baca juga: Survei: Pemilih Muslim Condong ke Jokowi-Ma'ruf Ketimbang Prabowo-Sandi

Selain unggul dari generasi milenial, lanjut Herman, Paslon Jokowi-Ma'ruf juga dominan dipilih oleh masyarakat dengan tinggal pendidikan beragam.

Dari demografi masyarakat tidak pernah sekolah ditemukan yang memilij Jokowi-Ma'ruf 64,1persen, Prabowo-sandi 21,9 persen. Sedangkan untuk lulus SD, Jokowi-Ma'ruf 59,9 persen dan Prabowo-sandi 28 persen. Kemudian lulus SMP, Jokowi-Ma'ruf 57,1 persen, Prabowo-sandi 52,6 persen. Sedangkan lulus SMA Jokowi-Ma'ruf 51,7 persen, Prabowo-Sandi 36,1 persen.

Baca juga: Sore Ini, Jokowi-Ma'ruf Dapat Dukungan dari Seribu Purnawirawan TNI/Polri

Herman menambahkan, Paslon Prabowo-Sandi baru unggul dari demografi masyarakat dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi. "Dari masyarakat perguruan tinggi atau kuliah, Paslon Prabowo-Sandi unggul 44 persen. Sedangkan Paslon Jokowi-Ma'ruf 41,8 persen," paparnya.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1200 responden yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Herman mengungkapkan metode survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 23-31 Januari 2019.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: